otak

Hati-hati Jika Lansia Sakit Gusi

oleh: Esti D. Purwitasasari mepnews.id – “Saya kepikiran banget akhir-akhir ini. Gusi saya luka. Awalnya cuma sariawan, tapi kok lama sembuhnya? Terus saya mikir yang aneh-aneh.” “Mikir apa?” “Takutnya ini ada hubungannya ke otak. Luka di gusi ini kecil tapi rasanya nyeri sampai kepala.” “Oh, gitu. Kadang sakit di mulut itu bikin panik, apalagi dekat

Read More

Peak–end Rule Kadang Bikin Kita Nggak Bisa Objektif

Oleh: Esti D. Purwitasari mepnews.id – “Saya pekan kemarin liburan tiga hari. Sebenarnya, lumayan oke. Banyak aktivitas menyenangkan. Tapi, kenapa yang saya ingat cuma hal jelek di akhir,” kata Rey. “Hmm, emang apa yang terjadi?” saya bertanya menelisik penyebab. “Pas mau pulang, saya ribut kecil sama pacar soal pilihan oleh-oleh. Habis itu saya jadi bad

Read More

Apa yang Terjadi di Otak saat Kita Nge-Blank?

Oleh: Esti D. Purwitasari mepnews.id – “Heh…! Ngelamun,” saya berkata dengan volume agak ditambah. Rani, masih dengan tatapan mata kosong di depan layar laptop, “He-eh… iya, Mbak.” “Kamu kenapa? Kelihatan kosong banget, tadi.” “Tadi, niatnya ngerjain laporan. Tapi, begitu buka file… otak kayak nge-freeze. Kosong. Nggak ada satu kalimat pun keluar. Kayak… blank total.” “Ya,

Read More

Hati-hati, Kafein bisa Memengaruhi Kekritisan Otak

Oleh: Esti D. Purwitasari mepnews.id – “Mbak, ngopi yuk…” ada teman kerja yang ngajak. “Sudah secangkir barusan. Lagian, saya sedang ngurangi kafein,” saya jawab. “Halah, masih secangkir. Aku beliin kopi rendah kafein.” “Terima kasih, deh. Saya mau jaga otak dari kafein.” “Memang kenapa?” “Kafein bisa memengaruhi ‘kekritisan’ otak!” ………….. Pembaca yang budiman, kopi umumnya dapat

Read More

Apa Yang Terjadi saat Otak Kita Blank?

Oleh: esti D. Purwitasari mepnews.id – “Hadeewww…. Saya sudah duduk di depan laptop satu jam. Hasilnya? Nggak nulis satu kalimat pun. Otakku blank total, Mbak,” kata Tari. “Ah, keluhan klasik. Udah tidur cukup belum?” “Tiga jam-an doang. Tapi ini beda, lho. Kayaknya otakku masih nyala, tapi kosong.” “Hahah, biasanya itu tanda overload. Otakmu kerja terus tapi

Read More

Pemimpin Belum Tentu Bisa Betul-betul Memimpin

Oleh: Budi Winarto* mepnews.id – Pemimpin adalah orang yang diberikan amanah untuk menjalankan sesuatu sesuai garis besar dari tujuan lembaga yang didirikan. Dari sejumlah pemimpin yang muncul, tentu ada perbedaan pola kepemimpinan di dalam mengendalikan apa dan siapa yang mereka pimpin. Dominannya otak yang kemudian berpengaruh pada pembentukan karakter dan kepribadian menjadi salah satu penyebab perbedaan

Read More

Hati-hati saat Menyundul Bola

Oleh: Esti D. Purwitasari mepnews.id – Suka main sepakbola? Bagus. Suka jika kepala Anda kena bola? Kalau memang sudah siap dan tujuannya mengontrol bola, mengoper bola, atau mencetak gol, mungkin bagus juga. Tapi, kalau kepala keseringan berbenturan dengan bola, apalagi dalam kondisi tidak cukup siap, tentu ada risiko bahayanya. Bahkan, menurut penelitian di Amerika Serikat,

Read More

3 Faktor Risiko Dimensia adalah Diabetes, Polusi, dan…..

Oleh: Esti D. Purwitasari mepnews.id – Yuk kita senantiasa menjaga kesehatan fisik, mental dan spiritual. Semakin usia bertambah, semakin besar risiko aging dan demensia. Nah, para peneliti dari Nuffield Department of Clinical Neurosciences di Universitas Oxford, Inggris, menemukan tiga faktor utama pendorong masalah otak itu. Sebelumnya, para peneliti telah mengidentifikasi ‘titik lemah’ di otak. Itu

Read More

Tanda-tanda Dia Tertarik pada Anda

Oleh: Esti D. Purwitasari mepnews.id – Ngobrol soal hubungan romantik nggak akan pernah ada habisnya. Mengapa? Karena semua orang pasti pernah merasakan meski dengan pengalaman individual dan kondisi masing-masing. Ini proses biologis dan psikologis yang normal, namun memberi kesan beraneka ragam. Salah satu proses awal dari hubungan romantik adalah saat seseorang tertarik pada orang lain.

Read More

Toxic Perfectionism Itu Tidak Baik

Oleh: Esti D. Purwitasari mepnews.id – “Lin, sebenarnya, apa sih yang kau cari?” tanya saya pada teman yang ekonominya sudah mapan, fisiknya sangat oke, intelektualitasnya bagus, orientasi seksualnya normal, tapi masih melajang. “Aku hanya ingin seseorang yang bisa benar-benar mengerti dan mendukungku.” “Kan kau sudah bertemu banyak pria. Yang naksir kamu juga banyak. Masak tak

Read More