Oleh: Esti D. Purwitasari
mepnews.id – “Mbak, boleh ya saya curhat sedikit?” kata Yanaz rekan yunior saya.
“Ada apa?” saya tanggapi permintaannya.
“Akhir-akhir ini, saya merasa lelah menjalani hubungan jarak jauh dengan suami. Kami memang sepakat berjauhan sementara. Pertama-tama, saya pikir semuanya baik-baik saja karena kami sama-sama yakin hubungan ini layak diperjuangkan. Tapi, setelah menjalaninya beberapa waktu, ternyata kenyataannya tidak sesederhana yang saya bayangkan.”
“Apa yang menurutmu rumit?”
“Sebenarnya bukan masalah jarak, tapi perasaan kehilangan yang muncul hampir setiap hari. Saat saya menghadapi masalah di tempat kerja, saya hanya bisa menghubunginya lewat telepon atau pesan. Saat saya sedih atau kecewa, saya tidak bisa bertemu dia untuk berbicara langsung. Ada banyak momen yang seharusnya bisa kami lalui bersama, tetapi akhirnya hanya menjadi cerita lewat layar ponsel.”
“Hahaha, karena itu, kau butuh curhat dengan saya…?
————
Pembaca yang budiman, rasanya tak perlu saya tuliskan semua yang dicurhatkan Yanaz. Karena lama sekali. Ia betul-betul ingin mengungkapkan banyak hal.
Yang perlu kita tarik pelajaran darinya adalah hubungan jarak jauh alias LDR (long distance relationship) memang bisa oke-oke saja tapi bisa juga mengkhawatirkan. Maka, wajar jika Yanaz khawatir atau merasa tak nyaman karena harus tinggal terpisah dari pasangan romantisnya meski mereka sepenuhnya berkomitmen untuk tetap bersama.
Di sisi lain, berada dalam kondisi LDR juga bisa ada untungnya. Banyak koq pasangan yang sama puasnya atau bahkan lebih puas saat menjalani hubungan jarak jauh. Setelah menjalani waktu terpisah beberapa lama, mereka bisa lebih terarah dalam menggunakan waktu dan bisa menjadi lebih intim satu sama lain saat bersama.
Saya sendiri dulu sempat menjalani LDR meski kemudian akhirnya berdekatan terus. Nah, andai Anda kini sedang menghadapi tantangan LDR, saya coba berbagai beberapa wawasan. Disclaimer; tips ini tidak selalu bersifat general. Artinya, mungkin cocok untuk satu orang, tapi belum pasti cocok untuk lainnya.
- Bicarakan bersama dia tentang visi Anda untuk masa depan. Pemahaman bersama sangat penting, meski keadaan bisa saja berubah di sepanjang jalan. Diskusikan bagaimana rancana Anda hidup bersama di masa depan, kira-kira kapan dan di mana, dan apa yang akan Anda berdua lakukan untuk mencapai hal itu.
- Saat ada kesempatan bersama, optimalkan waktu. Carilah keseimbangan dalam hal seberapa terencana dan seberapa intens waktu Anda bersama. Wajar jika Anda ingin memanfaatkan waktu semaksimal mungkin. Tapi, jangan lupa untuk tetap memberi ruang dan waktu untuk enjoy aja. Jangan berharap semuanya harus sempurna saat kalian bertemu.
- Saat akan berpisah lagi, kendalikan diri. Izinkan diri Anda merasakan lalu mengungkapkan perasaan apa pun. Meski demikian, yang lebih penting adalah selalu komunikasikan rencana untuk terus membina hubungan kembali. Setelah itu, bersosialisasilah dengan teman atau keluarga –jangan lantas mengisolasi diri– saat ditinggal lagi oleh pasangan.
- Saat sedang berpisah jauh, jaga diri secara emosional dan fisik. Sembari merencanakan pertemuan dan aktivitas bersama di masa datang, nikmati kehidupan Anda saat sendirian. Jika kerja, nikmatilah pekerjaan. Jika suka olahraga, itu bagus untuk menjaga kebugaran fisik. Jika beraktivitas lain, nikmati juga. Sebaliknya, biarkan juga pasangan Anda menjalani kehidupannya sendiri jauh di sana dengan nyaman.



POST A COMMENT.