Oleh: Esti D. Purwitasari
mepnews. id – Saat weekend, saya dolan ke rumah kerabat senior di kota kecil. Begitu masuk, dia langsung tunjukkan saya anaknya yang berusia remaja, “Lihat, tuh. Indri sekarang jadi aneh. Dari tadi pakai headset. Katanya belajar, tapi matanya melihat langit-langit.”
Indri menengok ke saya sambil senyum menyapa, sekaligus menjawab ibunya. “Saya memang lagi belajar, Ma. Ini dengar audiobook tentang sejarah psikologi.”
“Belajar kok cuma mendengarkan? Dulu Mama kalau belajar ya duduk, buka buku, kasih garis bawah pakai stabilo.”
“Hahaha, sekarang orang belajar juga lewat audiobook, Ma. Praktis. Bisa sambil beres-beres kamar atau olahraga.”
“Belajar kok sambil macam-macam? Mana bisa masuk ilmunya?”
“Tenang, Ma. Masuk kok. Otak saya tetap bisa memproses informasi yang didengar.”
————-
Pembaca yang budiman, saya cuma geleng-geleng kepala menahan tawa melihat debat antara keponakan saya dan kakak sepupu saya itu. Debat yang menarik, sebenarnya. Tapi, karena pengalaman berbeda, titik temunya juga butuh waktu lama.
Dalam artikel ini, saya coba ulas tentang perdebatan yang belakangan semakin populer di era modern: apakah mendengarkan audiobook sama baiknya dengan membaca buku secara langsung?
Memang ada trend semakin sedikit orang yang rutin membaca buku. Salah satu alasannya adalah kesulitan meluangkan waktu membaca karena aktivitas padat. Maka, sebagai gantinya, audiobook menjadi pilihan populer karena dapat dinikmati sambil berkendara, berolahraga, atau memasak. Meski demikian, banyak orang menganggap mendengarkan audiobook bukanlah ‘membaca’ dalam arti sebenarnya.
Ada penelitian pada 2019 yang menggunakan teknologi fMRI untuk memindai aktivitas otak orang yang membaca dan orang yang mendengarkan cerita yang sama. Hasilnya menunjukkan, area otak yang aktif dalam kedua aktivitas tersebut hampir identik. Penelitian lain pada 2024 memperkuat temuan ini dengan menunjukkan bahwa otak memproses makna bahasa dengan cara yang mirip, baik informasi diterima melalui tulisan maupun melalui suara.
Namun, kesamaan aktivitas otak ini tidak berarti membaca dan mendengarkan memberikan dampak yang sepenuhnya sama. Robert Sternberg, psikolog perkembangan dari Cornell University, menjelaskan bahwa membaca membantu membangun kemampuan kognitif tertentu yang belum tentu berkembang melalui mendengarkan audiobook. Saat membaca, seseorang bisa mengatur kecepatannya sendiri, berhenti sejenak untuk berpikir, membaca ulang bagian yang sulit, atau memperhatikan bentuk dan ejaan kata baru. Proses ini membantu pengembangan kosakata, pemahaman mendalam, serta kemampuan analitis.
Ada meta-analisis pada 2022 terhadap 46 penelitian yang membandingkan pemahaman membaca dan mendengarkan. Hasilnya menunjukkan, pemahaman dasar terhadap fakta-fakta eksplisit relatif sama antara pembaca dan pendengar. Namun, pembaca cenderung lebih baik dalam menarik kesimpulan, memahami makna lebih kompleks, dan mengingat detail penting. Salah satu alasannya adalah, pembaca memiliki kontrol penuh terhadap ritme pembacaan, sedangkan pendengar harus mengikuti tempo yang dipakai narator di audiobook.
Selain itu, mendengarkan audiobook biasanya dilakukan sambil multitasking. Banyak orang mendengarkannya ketika menyetir, bekerja, atau melakukan pekerjaan rumah. Kondisi ini menyebabkan perhatian terbagi sehingga daya serap informasi jadi berkurang. Penelitian menunjukkan bahwa multitasking dapat menurunkan retensi dan konsentrasi dibanding membaca secara fokus.
Meski demikian, audiobook tidak selalu buruk atau harus dihindari. Audiobook justru sangat berguna dalam beberapa situasi. Misalnya, untuk hiburan ringan, mengisi waktu perjalanan, atau membantu orang yang sulit menyediakan waktu membaca. Audiobook juga membuka akses literasi bagi orang dengan gangguan penglihatan atau kesulitan membaca.
Nah, membaca dan mendengarkan bisa sama-sama bermanfaat dalam konteks berbeda. Jika Anda ingin memahami materi yang kompleks, mengingat detail, atau melatih kemampuan berpikir mendalam, membaca tetap lebih unggul. Sebaliknya, audiobook sangat efektif untuk menikmati cerita, belajar santai, dan membuat lebih banyak orang tetap terhubung dengan dunia buku.



POST A COMMENT.