mepnews.id – Kontingen UKM Karate Universitas Gadjah Mada membawa pulang sembilan medali dari ajang 15th Silent Knight International Open Karate Cup 2026. Kejuaraan karate terbuka internasional ini diselenggarakan 17 – 19 April 2026 di Titiwangsa Stadium, Kuala Lumpur, Malaysia, dan diikuti 60 kontingen dari lima negara di Asia.
Direktur Kemahasiswaan UGM, Dr. Hempri Suyatna, memaparkan kontingen Karate UGM meraih tiga medali emas, empat medali perak, dan dua medali perunggu dari kategori kata (jurus) dan kumite (pertarungan), perorangan maupun beregu, serta putra dan putri.
“Capaian ini menempatkan UGM sebagai salah satu kontingen perguruan tinggi yang diperhitungkan dalam persaingan di tingkat internasional. Keberhasilan menambah deretan prestasi yang diukir UKM Karate UGM di berbagai kompetisi bela diri,” ujar Hempri, lewat situs resmi ugm.ac.id.
Alvito Abhista Pangestu dari Fakultas Peternakan merebut medali emas di kategori Male Senior Individual Kata. Di nomor yang sama untuk putri, Annisa Nur Kholifah dari Sekolah Vokasi sukses meraih emas. Emas ketiga disumbangkan Athifah Rahmadhani dari Fakultas Pertanian yang juara Female Senior Individual Kumite -55 Kg.
Sarah Jasmine Kahiking dari Fakultas Ilmu Budaya meraih perak di kategori Female Senior Individual Kumite -61 Kg. Fidelia Dwipuspita Purwacahya dari Sekolah Vokasi juga meraih perak di kategori Female Senior Individual Kumite +68 Kg. Muhammad Sahal Rizky Zanuar dari Sekolah Vokasi membawa pulang perak dari kategori Male Senior Individual Kumite -55 Kg. Di kategori Female Senior Team Kumite, Athifah Rahmadhani, Sarah Jasmine Kahiking, Fidelia Dwipuspita Purwacahya, dan Kanaya Putri Lavau dari Fakultas Hukum meraih perak.
Dua medali perunggu diraih dari kumite. Francisco M. S. M. Satya dari Fakultas Kedokteran Hewan merebut perunggu di nomor Male Senior Individual Kumite -60 Kg. Satu perunggu lainnya diraih tim putra di kategori Male Senior Team Kumite, yang diwakili Aufa Raja’ Sukmaaji, Bagas Pujangkoro, Francisco M. S. M. Satya, Muhammad Razaq, Muhammad Sahal Rizky Zanuar, Jundi Ahmad Avatar A M Kr Dole, dan Sulthan Nawwafsyarif Basuki dari berbagai fakultas di lingkungan UGM.
Fidelia Dwipuspita Purwacahya mengaku mempersiapkan diri tiga hingga empat bulan untuk kompetisi ini. “Jujur, saya senang. Apalagi ini kemungkinan menjadi kejuaraan terakhir saya membawa nama UGM, karena saya sudah memasuki masa akhir studi. Alhamdulillah masih bisa menyumbangkan medali untuk tim karate UGM.”
Ia menceritakan, prestasi kontingen UGM berkat dukungan kuat antar atlet. “Bahkan, kami dikenal cukup ‘heboh’ dibandingkan tim lain. Saat ada teman bertanding, kami memberikan dukungan dengan yel-yel dan sorakan. Sampai-sampai tim lain memperhatikan kami karena kekompakan itu.” (Jelita Agustine)



POST A COMMENT.