Unesa Tawarkan Berbagai Jalur Kelulusan

mepnews.id – Skripsi bukan lagi satu-satunya pilihan bagi mahasiswa untuk menyelesaikan studi jenjang sarjana. Universitas Negeri Surabaya (Unesa) memberikan berbagai alternatif tugas akhir yang dapat disesuaikan dengan minat, potensi, serta capaian mahasiswa selama menempuh pendidikan di kampus.

Hal ini menjadi topik dalam program UNESA On Air yang disiarkan melalui akun TikTok @unesatv pada Kamis, 4 Juni 2026. Mengangkat tema ‘Beragam Pilihan Menuju Kelulusan’, program ini menghadirkan Dekan Fakultas Hukum (FH) Arinto Nugroho, dan Ketua Program Studi S-1 Ilmu Hukum Vita Mahardhika.

Dikabarkan situs resmi unesa.ac.id, Arinto menjelaskan Unesa membuka berbagai bentuk tugas akhir yang dapat ditempuh mahasiswa selain skripsi. Menurutnya, perubahan ini bentuk adaptasi perguruan tinggi terhadap kebutuhan mahasiswa sekaligus perkembangan dunia kerja dan masyarakat.

“Mahasiswa memiliki potensi berbeda-beda. Karena itu, tugas akhir tidak harus selalu diwujudkan dalam bentuk skripsi. Yang penting adalah capaian pembelajaran lulusan tetap terpenuhi dan kompetensi mahasiswa dapat dibuktikan,” ujarnya.

Berbagai jalur ini bukan bentuk penyederhanaan standar akademik, tapi seluruh skema telah dirancang agar tetap memenuhi capaian pembelajaran lulusan dan profil kompetensi sarjana hukum yang ditetapkan fakultas. “Ini bukan jalan pintas untuk lulus. Semua tetap memiliki standar, mekanisme penilaian, dan pendampingan akademik ketat,” tegasnya.

Vita Mahardhika menyampaikan, program studi tetap memberikan keleluasaan kepada mahasiswa untuk menentukan bentuk tugas akhir yang sesuai minat dan kemampuan. Namun, dosen tetap berperan dalam memberikan arahan agar mahasiswa dapat memilih jalur paling tepat.

Menurutnya, mahasiswa yang memiliki kemampuan riset kuat dapat diarahkan pada publikasi artikel ilmiah. Mahasiswa yang aktif berprestasi dapat memanfaatkan capaian kompetisi sebagai bentuk rekognisi tugas akhir. Mahasiswa yang tertarik menyelesaikan persoalan riil di masyarakat dapat memilih proyek berdampak.

“Program studi memfasilitasi dan memberikan pendampingan. Mahasiswa tetap memiliki kebebasan memilih jalur sesuai potensi dan target yang ingin dicapai,” jelasnya.

Disampaikan, keberadaan berbagai jalur tugas akhir merupakan bagian dari upaya Unesa menghadirkan pembelajaran yang lebih fleksibel, berdampak, dan relevan dengan kebutuhan masa depan. Mahasiswa tidak hanya dituntut menghasilkan karya ilmiah, tetapi juga didorong membangun rekam jejak prestasi, kontribusi sosial, hingga pengalaman nyata di lapangan.

Melalui kebijakan ini, Unesa berharap mahasiswa dapat menyelesaikan studi tepat waktu tanpa mengurangi kualitas lulusan. Lebih dari itu, setiap mahasiswa diberi ruang untuk menunjukkan kompetensinya melalui berbagai bentuk capaian yang sesuai bidang dan potensi masing-masing. (M. Ja’far Sodiq)

Facebook Comments

POST A COMMENT.