mepnews.id – Sebanyak 57 mahasiswa dan akademisi dari University of Technology Sydney (UTS), Australian National University (ANU) dan Universitas Gadjah Mada (UGM), mengikuti International Summer Course on Tropical Biodiversity and Sustainable Development 2026.
Dikabarkan situs resmi ugm.ac.id, summer course bertajuk ‘From Ecosystems to Repositories: Data-Driven Insights into Tropical Biodiversity’ ini berlangsung 6–24 Juli 2026 di Kampus UGM. Para peserta mempelajari pemanfaatan teknologi berbasis data dalam riset, konservasi, dan pengelolaan biodiversitas tropis berkelanjutan.
Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, Kerja Sama, dan Alumni Fakultas Biologi UGM, Prof Dr Eko Agus Suyono, mengatakan program ini berfokus pada peningkatan kapasitas akademik peserta sekaligus memperkuat kolaborasi global dalam upaya konservasi biodiversitas.
Para peserta mengikuti pembelajaran berbasis pengalaman yang menjadi bagian dari rangkaian program. Mereka juga mengikuti field trip dua hari di Stasiun Geologi Bayat, Klaten, dan Pantai Porok, Gunungkidul. “Peserta memadukan teori di kelas dengan praktik lapangan melalui eksplorasi biodiversitas, penerapan teknologi geospasial, hingga teknik dokumentasi dan preservasi spesimen,” ujar Prof Eko.
Peserta mempelajari penggunaan drone untuk memperoleh data spasial dan mendukung pemetaan habitat serta pemantauan ekosistem. Mereka melakukan eksplorasi biodiversitas, pengambilan sampel di kawasan pesisir, diskusi kelompok, serta mengintegrasikan data biologis dan geospasial untuk mendukung analisis ekosistem.
Seluruh hasil pengamatan lapangan didokumentasikan dan diunggah ke platform iNaturalist sebagai bagian dari penguatan konsep open science dan citizen science. Melalui pendekatan ini, data biodiversitas yang diperoleh peserta dapat menjadi bagian dari basis data global yang mendukung penelitian maupun upaya konservasi.
Selain memperkaya pengalaman belajar mahasiswa, Eko menyebut International Summer Course ini menjadi momentum untuk memperkuat kemitraan internasional. Di sela penyelenggaraan program, Head of the School of Life Sciences University of Technology Sydney, Prof Ian Menz, mendampingi mahasiswa UTS selama mengikuti kegiatan akademik dan lapangan.
“Kunjungan tersebut juga dimanfaatkan untuk membahas penguatan kerja sama antara UTS dan Fakultas Biologi UGM, termasuk pengembangan mobilitas mahasiswa, perluasan program pertukaran, penjajakan program double degree, serta kolaborasi akademik dan riset lainnya,” paparnya. (Zabrina)



POST A COMMENT.