BPKJ Undip Tanam 5.000 Bibit Nanas Madu di Lahan Pesisir

mepnews.id – Di lahan pesisir yang tidak selalu mudah untuk dikembangkan jadi lahan pertanian, Badan Pengelola Kampus Jepara (BPKJ) Universitas Diponegoro (Undip) menghadirkan inovasi melalui budidaya nanas madu. Sebanyak 5.000 bibit ditanam di kawasan BPKJ Undip Teluk Awur, Jepara, sebagai bagian dari upaya optimalisasi lahan kampus menjadi kawasan produktif dan bernilai tambah.

Dikabarkan situs resmi undip.ac.id edisi 3 September 2026, pemanfaatan lahan menjadi salah satu perhatian BPKJ dalam upaya mengembangkan kawasan Kampus Teluk Awur. Tidak hanya difungsikan sebagai ruang pendukung kegiatan akademik dan operasional kampus, sebagian lahan juga untuk kegiatan produktif yang dapat memberikan manfaat jangka panjang. Salah satunya melalui pengembangan tanaman nanas madu.

Pengembangan kebun nanas di BPKJ memiliki tantangan tersendiri. Lokasi kampus tidak jauh dari pesisir sehingga karakter tanah di sejumlah area cukup berkarang dan memiliki batuan. Karakter lahan tersebut menjadi tantangan yang mendorong BPKJ melakukan penataan dan pengelolaan lahan secara lebih optimal.

Lahan dipersiapkan dengan membuat galengan untuk membantu pengaturan tanaman, pemeliharaan, serta akses selama proses budidaya. Pola penanaman menggunakan dua baris tanaman pada setiap galengan. Jarak antartanaman dalam satu baris 60 cm. Jarak antara dua baris 50 cm. Antargalengan diberikan ruang sekitar 1 meter yang berfungsi sebagai akses pemeliharaan.

Tanaman diharapkan tumbuh lebih teratur sehingga kegiatan pemeliharaan, pemupukan, pengendalian gulma hingga pemanenan dapat dilakukan lebih mudah.

Pendekatan ini menjadi contoh bahwa pemanfaatan lahan tidak selalu harus dimulai dari kondisi tanah sempurna. Dengan perencanaan dan pengelolaan tepat, lahan yang memiliki keterbatasan tetap dapat dikembangkan menjadi kawasan produktif.

Kegiatan tidak berhenti pada aktivitas menanam bibit. Budidaya nanas madu menjadi bagian dari upaya membangun kawasan produktif di lingkungan kampus. Setiap tahapan, mulai dari persiapan lahan, penanaman, pemeliharaan, pemupukan, pengendalian gulma dan hama, hingga panen, menjadi rangkaian proses yang membutuhkan pengelolaan secara konsisten.

Ke depan, kawasan ini juga memiliki peluang untuk dikembangkan sebagai sarana pembelajaran lapangan. Mahasiswa maupun pihak berkepentingan dapat melihat langsung bagaimana lahan dengan karakter pesisir dikelola menjadi area budidaya hortikultura. Dengan demikian, kebun nanas memiliki beberapa fungsi: produksi, pembelajaran, penelitian, penghijauan, dan optimalisasi aset lahan kampus.

Facebook Comments

POST A COMMENT.