mepnews.id – Tim Medis dan Psikososial dari Diponegoro Disaster Assistance Response Team (D-DART) tiba di Nusa Tenggara Timur pada 25 Agustus 2026 untuk membantu meringankan beban masyarakat terdampak bencana gempa. Tim beranggotakan Ns Marsha Yoke Nancy SKep MSc, Aldani Putri Wijayanti SPsi MSc, M. Umar Dani SKep, M. Ilham Deryan Martono, dr Hasbullah Kasim dan dr Ryco Giftyan Ardika.
Dikabarkan situs resmi undip.ac.id, tim dari Universitas Diponegoro (Undip) ini memberikan layanan kesehatan fisik dan psikis di daerah Kupang, Ende, Aimere, Nagekeo, Sikka serta Manggarai hingga 5 September. Pelayanan yang diberikan antara lain pemeriksaan fisik inspeksi head to toe, pengecekan vital signs & capillary refill time.
“Screening dan pemeriksaan kesehatan penyintas merupakan salah satu upaya menurunkan angka morbiditas. Selain layanan anastesi dan bedah, diberikan juga layanan psikososial khususnya pada anak-anak di daerah terdampak. Layanan untuk anak berupa storytelling dan sharing sessions,” ujar Aldani.
Aspek psikososial menjadi perhatian karena bencana tidak hanya berdampak pada kondisi fisik tetapi juga dapat menimbulkan tekanan emosional, kecemasan, kehilangan, dan trauma bagi para penyintas. Oleh karena itu, pendampingan dilakukan dengan pendekatan ramah, empatik dan memperhatikan kebutuhan masing-masing individu.
Para relawan D-DART bekerja sama dengan pihak berwenang setempat antara lain BPBD, Angkatan Laut, Gapura Angkasa, Dikdasmen dan Kepolisian. Tim bertugas di beberapa lokasi antara lain Sekolah Dasar dan Posko Tanggap Darurat pada masing-masing daerah bencana.
Rektor Prof Dr Suharnomo SE MSi di Semarang memberikan dukungan penuh kepada Tim Relawan D-DART.
D-DART adalah Satgas Bencana di bawah pengelolaan LPPM Undip dengan arahan Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, Kerja Sama, dan Komunikasi Publik. D-DART terdiri dari para dosen, tenaga kependidikan dan mahasiswa dari berbagai latar belakang pendidikan. Selain itu, tergabung juga relawan dari internal dan eksternal.



POST A COMMENT.