mepnews.id – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Banjarbaru dan sekitarnya memengaruhi aktivitas akademik di Universitas Islam Negeri Antasari. Sampai-sampai, jajaran pimpinan universitas mengeluarkan kebijakan penyesuaian sistem pembelajaran. Kebijakan ini khususnya untuk area Kampus 2 di Banjarbaru.
Dikabarkan situs resmi uin-antasari.ac.id, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kelembagaan Dr Muhdi MAg menyampaikan, kegiatan perkuliahan di Kampus 2 akan dialihkan sementara waktu. Hal ini diputuskan melalui rapat pimpinan 26 Agustus 2026.
“Pembelajaran di kampus 2 dilaksanakan secara daring (online) selama 2 minggu pertama, terhitung mulai tanggal 3–17 September 2026,” tegasnya, melalui surat edaran tertanggal 27 Agustus 2026.
Keberlanjutan sistem daring ini akan kembali dipertimbangkan dengan melihat perkembangan kondisi di lapangan. Selama masa perkuliahan jarak jauh, dosen dan mahasiswa diwajibkan menggunakan platform Learning Management System (LMS) sesuai pedoman kampus.
Sementara itu, kegiatan akademik di Kampus 1 Banjarmasin tetap berjalan secara tatap muka. Meski demikian, pihak rektorat memberikan imbauan tegas demi menjaga kesehatan civitas academica di tengah cuaca ekstrem.
Dr Muhdi mengimbau seluruh mahasiswa dan dosen tertib menggunakan masker saat beraktivitas, dan selalu mengutamakan keselamatan dalam berkendara. Kampus juga memberikan kelonggaran khusus bagi individu dengan kondisi kesehatan rentan.
“Dalam situasi tertentu, misalnya ada mahasiswa atau dosen yang komorbid, disarankan diadakan pembelajaran secara daring,” tambahnya.
Penyesuaian sistem kuliah ini menjadi langkah mitigasi terbaru UIN Antasari, setelah serangkaian dampak karhutla melanda kawasan Kampus 2 sejak awal Agustus. Sebelumnya, pada 19 Agustus, pihak rektorat menghentikan kegiatan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) tingkat fakultas lebih awal, demi menghindari risiko gangguan pernapasan pada mahasiswa.
Tingginya intensitas kabut asap juga membuat pihak kampus menambah fasilitas penunjang, termasuk penambahan selang pemadam kebakaran untuk melengkapi sistem hidran yang ada. Sebagai bentuk ikhtiar spiritual dalam menghadapi krisis kemarau panjang, civitas academica juga menggelar Salat Istisqa dan doa tolak bala di halaman Masjid Kampus 1 pada 24 Agustus.



POST A COMMENT.