mepnews.id – Melestarikan ekosistem pesisir, Mahasiswa KKN Kolaborasi UIN Sultan Aji Muhammad Idris (Uinsi) Samarinda di Desa Saliki 2026 melaksanakan ‘Aksi Hijau Pesisir: Penanaman Mangrove untuk Ekosistem Berkelanjutan’ di kawasan Salo Sumbala, Muara Badak Ulu, Kecamatan Muara Badak, Kabupaten Kutai Kartanegara, pada 13 Agustus 2026.
Dikabarkan Uinsi News edisi 27 Agustus, penanaman mangrove ini melibatkan puluhan mahasiswa KKN, tokoh masyarakat, aparatur Pemerintah Desa Saliki, serta perwakilan kelompok masyarakat lokal yang aktif dalam konservasi lingkungan. Program ini memperoleh dukungan logistik dan pendanaan dari perusahaan lokal Apexindo serta pendampingan komunitas nelayan melalui Ikatan Komunitas Anak Nelayan (IKAN).
Saat kegiatan, peserta menerima pengarahan singkat mengenai teknik penanaman mangrove yang benar, pemilihan bibit yang sesuai kondisi lokasi, serta pentingnya perawatan pasca-penanaman. Materi edukasi yang disampaikan fasilitator mencakup pengetahuan tentang jenis-jenis mangrove lokal, fungsi ekosistem mangrove dalam menahan abrasi, menyimpan karbon, dan menjadi habitat bagi biota pesisir.
Lalu, peserta bergerak menuju lokasi bantaran untuk melakukan penanaman bibit mangrove secara bergotong royong. Kegiatan fisik diwarnai suasana kekeluargaan, tawa, dan antusiasme masyarakat yang turut serta.
Langkah lanjutannya meliputi pembentukan kelompok pemelihara mangrove berbasis komunitas, jadwal pemantauan kondisi bibit, dan rencana edukasi berkelanjutan bagi sekolah dasar dan warga setempat. Mahasiswa KKN mendokumentasikan perkembangan pertumbuhan bibit dan menyusun laporan yang dapat menjadi dasar bagi inisiatif serupa di desa-desa pesisir lain.
Diharapkan, gerakan kecil yang dikerjakan bersama dapat tumbuh menjadi inisiatif lebih besar, berkelanjutan, dan berdampak luas. Sejalan semangat ‘Start Small, Grow Big,’ para mahasiswa KKN menanam benih kepedulian dan pengetahuan yang kelak berbuah manfaat ekologis, sosial, dan ekonomi bagi masyarakat pesisir. (Novan)



POST A COMMENT.