Antisipasi Karhutla, UIN Antasari Tambah Fasilitas Selang Air

mepnews.id – Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin memperkuat langkah mitigasi guna mengantisipasi dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang kian meningkat. Pada 19 Agustus 2026, ada penambahan peralatan penunjang berupa pemanjangan selang pemadam kebakaran di lingkungan Kampus 2.

Inisiasi ini dipimpin Kepala Bagian Umum Dr Munisah MHI saat kabut asap mulai mengganggu aktivitas masyarakat dan civitas academica. Penambahan selang air ini untuk mempercepat penanganan awal jika terjadi kebakaran di sekitar area kampus 2.

“Tim kami sudah dibekali pelatihan keselamatan kerja dan simulasi kebakaran pada Juli lalu. Bahkan, mereka sudah beberapa kali memadamkan api menggunakan hidran kampus 2. Namun, kendalanya ada pada jangkauan selang yang kurang panjang. Jadi ini pemanjangan selang ini untuk penanganan pertama, sambil menunggu bantuan damkar jika api membesar,” ujar Dr Munisah, lewat situs resmi uin-antasari.ac.id.

Meningkatnya ancaman karhutla dan memburuknya kualitas udara juga berdampak pada agenda akademik. Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama, Dr Irfan Noor MHum, mengungkapkan kegiatan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) di Kampus 2 resmi dihentikan demi mengutamakan kesehatan dan keselamatan.

Saat kondisi lingkungan kian memburuk, kampus telah menyiapkan skenario mitigasi, seperti memindahkan kegiatan ke ruangan ber-AC dengan protokol kesehatan ketat, serta menyiagakan tim medis dan ambulans. Namun, faktor keselamatan di jalan menjadi alasan penghentian acara. “Kami tidak bisa memastikan keselamatan mahasiswa saat menuju kampus di tengah kondisi seperti ini.”

Menyikapi pekatnya kabut asap yang memicu peningkatkan kasus gangguan pernapasan (ISPA), Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan Dr Fatwiah Noor Lc MPd, mengimbau seluruh civitas academica dan masyarakat luas untuk selalu menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan. Para pengguna jalan diminta ekstra waspada, terutama saat berkendara di pagi hari ketika jarak pandang terbatas hanya beberapa meter. (Haitami)

 

Facebook Comments

POST A COMMENT.