Unsam Bantu Susun DRT/SID Pascabanjir di Sisi Timur Aceh

mepnews.id – Upaya memperkuat ketahanan pangan di sisi timur Aceh terus dilakukan melalui kolaborasi antara Pemerintah Aceh dan Universitas Samudra (Unsam). Bekerja sama dengan Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Unsam melaksanakan penyusunan Dokumen Rancangan Teknis (DRT)/Survey Investigasi dan Desain (SID) Optimasi Lahan Sawah Terdampak Banjir di Kabupaten Aceh Timur, Kota Langsa, dan Kabupaten Aceh Tamiang.

Dikabarkan situs resmi unsam.ac.id, kegiatan ini menjadi langkah strategis mendukung percepatan pemulihan sektor pertanian setelah banjir besar yang melanda pada akhir 2025. Bencana menyebabkan ribuan hektare lahan sawah terdampak, saluran irigasi rusak, pematang jebol, serta menurunnya produktivitas lahan yang menjadi sumber penghidupan masyarakat.

Kepala LPPM Unsam, Dr Iswahyudi SP MSi, menyampaikan ketahanan pangan tidak hanya ditentukan kemampuan menghasilkan produksi pertanian, tetapi juga oleh kesiapan berbagai pihak dalam memulihkan lahan terdampak bencana secara cepat, tepat, dan berbasis data.

“Perguruan tinggi memiliki tanggung jawab menghadirkan ilmu pengetahuan sebagai solusi atas persoalan yang dihadapi masyarakat. Melalui penyusunan DRT/SID ini, Universitas Samudra berkontribusi menyediakan data teknis akurat sebagai dasar pemerintah dalam mengoptimalkan kembali lahan sawah sehingga produktivitas pertanian dapat segera dipulihkan,” ujarnya.

Tim Unsam melakukan survei lapangan menyeluruh untuk mengidentifikasi kondisi lahan terdampak. Kegiatan meliputi pemetaan lokasi menggunakan teknologi drone dan GPS, pengukuran tingkat kerusakan, evaluasi kondisi tanah, penilaian jaringan irigasi, hingga penyusunan desain teknis rehabilitasi yang disesuaikan dengan karakteristik masing-masing wilayah.

Dokumen DRT/SID yang dihasilkan menjadi dasar perencanaan pembangunan infrastruktur pertanian, dari rehabilitasi saluran irigasi, perbaikan pematang sawah, normalisasi lahan, hingga berbagai pekerjaan teknis lainnya. Dengan demikian, program pemulihan dapat dilaksanakan lebih efektif, tepat sasaran, dan sesuai kebutuhan di lapangan.

Kolaborasi ini berorientasi pada pemulihan pascabencana, sekaligus mendukung penguatan ketahanan pangan daerah. Lahan sawah yang kembali produktif akan meningkatkan kemampuan petani memenuhi kebutuhan pangan masyarakat sekaligus menjaga stabilitas produksi pertanian di wilayah timur Aceh.

Selain itu, penyusunan DRT/SID juga mengintegrasikan aspek mitigasi bencana dan adaptasi terhadap perubahan iklim. Berbagai potensi kerentanan dipetakan sejak awal agar infrastruktur pertanian yang dibangun memiliki ketahanan yang lebih baik terhadap risiko banjir pada masa mendatang.

Facebook Comments

POST A COMMENT.