mepnews.id – Hizbul Wathan (HW) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) peduli lingkungan melalui kegiatan Giri Wana Education Trip to Merbabu pada 8-10 Juli 2026. Kegiatan ini menjadi pembelajaran yang memadukan petualangan alam dengan pelestarian lingkungan.
Dikabarkan situs resmi ums.ac.id, kegiatan diikuti 25 anggota HW UMS dan 10 masyarakat umum. Mereka melakukan pendakian menuju Gunung Merbabu melalui jalur Selo pada 9 Juli. Dalam aksi konservasi lingkungan, peserta melakukan bersih-bersih sampah yang ditinggalkan pendaki sebelumnya di sepanjang jalur pendakian. Sampah yang dikumpulkan dibawa turun agar tidak mencemari kawasan konservasi Gunung Merbabu.
Sebagai bentuk edukasi kepada pendaki, peserta melakukan pemasangan plang edukasi di beberapa titik strategis jalur pendakian. Plang berisi ajakan tidak membuang sampah sembarangan, khususnya sampah anorganik yang sulit terurai secara alami.
Muhammad Azibsyah, ketua Kafilah Penuntun Moh. Djazman UMS, menyebut kegiatan ini implementasi nilai-nilai Hizbul Wathan dalam membentuk kader yang memiliki karakter tangguh sekaligus peduli lingkungan. “Seorang pandu tidak hanya mampu menaklukkan medan tetapi juga memiliki tanggung jawab menjaga alam yang menjadi ruang belajarnya.”
Ketua panitia, Alzidan Candra, berharap kegiatan ini dapat menjadi inspirasi bagi para pendaki maupun komunitas pecinta alam lainnya untuk terus berkontribusi menjaga kelestarian alam. “Selain menikmati keindahan Gunung Merbabu, peserta diajak memberikan kontribusi nyata melalui aksi bersih jalur pendakian dan pemasangan plang edukasi mengenai sampah yang sulit terurai. Harapannya, kegiatan ini dapat menginspirasi lebih banyak komunitas untuk menjadikan kegiatan alam sebagai media edukasi dan pelestarian lingkungan.”
Hibatulloh Al Mubarok, peserta dari masyarakat umum, mengungkapkan kegiatan ini memberi pemahaman baru mengenai makna mencintai alam. “Reksa Giri Wana Education mengajarkan saya bahwa mencintai gunung tidak cukup hanya dengan menikmatinya, tetapi juga dengan menjaganya.”
Baginya, perjalanan ini mengajarkan keberhasilan tidak hanya diukur dari tercapainya puncak, tetapi juga dari tumbuhnya kepedulian, kebersamaan, disiplin, dan tanggung jawab terhadap sesama maupun alam. (Gissya Titania)



POST A COMMENT.