Apa Yang Terjadi saat Otak Kita Blank?

Oleh: esti D. Purwitasari

mepnews.id – “Hadeewww…. Saya sudah duduk di depan laptop satu jam. Hasilnya? Nggak nulis satu kalimat pun. Otakku blank total, Mbak,” kata Tari.

“Ah, keluhan klasik. Udah tidur cukup belum?”

“Tiga jam-an doang. Tapi ini beda, lho. Kayaknya otakku masih nyala, tapi kosong.”

“Hahah, biasanya itu tanda overload. Otakmu kerja terus tapi nggak sempat beresin file-nya. Kayak laptop yang kebanyakan kerja.”

“Hahaha… iya, iya.”

…………..

Pembaca yang budiman, apa yang dialami Tari itu biasa disebut mind blanks atau blanking out. Orang kita biasa menyebutnya ‘bleng.’

Ini adalah kondisi saat seseorang tiba-tiba mengalami kekosongan pikiran. Seolah-olah otaknya mogok sesaat, tidak bisa memproses informasi, mengingat, atau merespons sesuatu. Pikiran tiba-tiba kosong saat sedang bicara, berpikir, menulis, atau melakukan sesuatu. Atau, tidak bisa mengingat apa yang baru saja akan dikatakan atau dilakukan.

Tenang saja, mind blank ini kondisi yang umum terjadi, terutama saat kelelahan atau di bawah tekanan. Siapa saja, termasuk Anda, bisa mengalaminya. Tapi, bila terlalu sering blank atau hingga mengganggu fungsi sehari-hari, bisa jadi itu tanda ada masalah. Mungkin karena overload, kurang istirahat, gangguan kecemasan, atau kondisi neurologis lain.

Sebenarnya, apa sih yang terjadi saat otak mogok mendadak itu? Hasil studi mutakhir jejaring ilmuwan internasional yang diterbitkan di jurnal Cell, mengungkapkan;

  • Frekuensi mind blank sangat bervariasi antara orang yang berbeda, tetapi seseorang bisa mengalami fenomena tersebut sekitar 5%-20% dari waktu rata-rata hidupnya.
  • Pengalaman umum yang didefinisikan sebagai mind blank meliputi kurangnya perhatian, gangguan mengingat, dan penghentian pembicaraan dalam hati, dan lain-lain.
  • Mind blank cenderung terjadi menjelang tugas dengan perhatian panjang dan berkelanjutan; misalnya saat menghadapi ujian. Bisa juga setelah kurang tidur atau latihan fisik terlalu intens. Bahkan, juga bisa terjadi dalam kondisi sadar/terjaga yang umum.
  • Anak-anak dengan gangguan hiperaktivitas defisit perhatian (ADHD) mengalami mind blank lebih sering daripada orang-orang neurotipikal normal.

Saat otak mengalami ‘shutdown‘ sementara, biasanya ada mekanisme untuk segera mengatasinya. Beberapa penelitian menunjukkan, bagian dari default mode network (DMN) dalam otak berperan dengan cara mematikan atau menghidupkan pikiran aktif secara otomatis.

Jadi, santai saja jika blank. Lakukan beberapa hal yang beda untuk mendorong otak segera re-start. Misalnya, saat Tari sedang blank tidak bisa menulis, saya ajak dia jalan-jalan dan nongkrong sebentar di cafe untuk ngupi-ngupi. Untuk orang lain dengan kasus beda, saran saya juga beda. Misalnya, saya ajak nge-gym.

Biasanya, pengalihan suasana sejenak bisa membuat otak jadi fresh dan siap melakukan pekerjaan kembali.

 

Facebook Comments

Comments are closed.