10 Cara Cegah Stroke

mepnews.id – Waspada, stroke.

Stroke adalah kondisi medis berbahaya karena bisa menyebabkan kerusakan permanen pada otak dan mengancam kehidupan. Stroke terjadi ketika suplai darah ke otak terganggu karena ada sumbatan pada pembuluh darah (stroke iskemik) atau pendarahan dari pembuluh darah yang pecah (stroke hemoragik).

dr Annisa

dr Annisa Nurul Arofah SpS MBiomed

“Stroke karena penyumbatan atau perdarahan sama-sama mengakibatkan otak tidak mendapatkan suplai makanan dan oksigen, sehingga kemudian menyebabkan gangguan fungsi,” jelas dr Annisa Nurul Arofah SpS MBiomed, dosen Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), dikutip situs resmi umm.ac.id.

Gejala yang harus diwaspadai antara lain pasien mengeluhkan gangguan keseimbangan mendadak atau gangguan penglihatan. Jang lebih jelas, saat wajah pasien tidak simetris satu sisi atau muncul kelemahan pada satu sisi tubuh. Ini tanda bahaya yang menyebabkan pasien harus segera ditangani.

Stroke dapat menyerang berbagai kalangan usia. Kebanyakan kasus terjadi berkat faktor-faktor yang mendukung, antara lain tekanan darah tinggi atau hipertensi, diabetes, serta kolesterol tinggi. Perubahan pola hidup juga menyebabkan stroke dapat dialami orang-orang berusia muda.

Pada perempuan, stroke bisa akibat alat kontrasepsi (KB) yang mengandung hormon jika disertai faktor resiko lain, seperti adanya obesitas, peningkatan kolesterol, atau diabetes. Merokok juga merupakan salah satu dari faktor resiko terjadinya stroke.

Faktor risiko digolongkan dalam dua jenis; yang tidak dapat dimodifikasi dan yang dapat dimodifikasi.

Yang tidak dapat dimodifikasi antara lain ras, usia, dan jenis kelamin. Ras asia memiliki risiko lebih tinggi terkena serangan stroke dibandingkan dengan ras Eropa. Semakin bertambah usia maka semakin tinggi risiko terjadinya stroke. Wanita usia subur memiliki hormon yang melindungi dari stroke, sehingga risiko lebih tinggi ketika sudah menopause. Laki-laki lebih banyak mengalami stroke tipe perdarahan.

Yang bisa dimodifikasi atau bisa dijaga adalah pola hidup. Antara lain menjaga diri agar tidak hipertensi, diabetes, kolesterol tinggi, obesitas, merokok, dan konsumsi minuman keras.

Ada sepuluh langkah yang diberikan Annisa untuk mencegah stroke.

Pertama, kontrol tekanan darah. Kedua, latihan jasmani dengan berolahraga ringan 30 menit setiap hari paling tidak dilakukan lima hari dalam satu minggu. Ketiga, diet sehat dan seimbang, yakni mengatur jenis makanan yang dikonsumsi seperti bahan rendah lemak, sayur, buah-buahan, serta porsi antara karbohidrat, lemak dan proteinnya seimbang. Keempat menurunkan kolesterol. Kelima mengukur berat badan serta indeks pinggang dengan panggul. Keenam, menghindari asap rokok aktif maupun pasif. Ketujuh, menghindari alkohol karena kandungannya berisi zat-zat pengganggu fungsi pembuluh darah. Kedelapan, mengenali denyut nadi. Kesembilan, menjaga gula darah dalam tubuh. Kesepuluh, yakni menambah pengetahuan sehingga bisa menyiapkan diri menghadapi kemungkinan kena stroke. (Dev/Wil)

Facebook Comments

Comments are closed.