mepnews.id – Klinik Pratama Universitas Tanjungpura (Untan), melalui Tim Bencana Klinik, tanggap darurat dampak kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Barat, khususnya Kota Pontianak dan Kabupaten Kubu Raya. Ini bagian dari upaya Klinik Pratama Untan memberikan kontribusi terhadap perlindungan dan peningkatan kesehatan masyarakat terdampak paparan asap dan penurunan kualitas udara.
Dikabarkan situs resmi untan.ac.id edisi 17 September 2026, tim juga melaksanakan pemeriksaan kesehatan gratis dan pembagian masker kepada masyarakat di wilayah terdampak, salah satunya di Pesantren Darul Ulum di Kubu Raya. Kegiatan menyasar masyarakat dan 900 lebih santri, yang berpotensi mengalami dampak kesehatan akibat paparan asap.
Pemeriksaan dasar kesehatan itu disertai edukasi mengenai upaya menjaga kesehatan selama kualitas udara buruk. Masyarakat diminta membatasi aktivitas di luar ruangan ketika kualitas udara tidak sehat, menjaga hidrasi, memperhatikan gejala gangguan pernapasan, serta segera mencari pelayanan kesehatan apabila muncul keluhan berat.
Masker diberikan sebagai upaya perlindungan untuk mengurangi paparan partikulat dan asap selama masyarakat beraktivitas di lingkungan terdampak. Penggunaan masker perlu disertai langkah perlindungan lainnya, terutama mengurangi paparan asap dan memantau kondisi kesehatan.
Kegiatan ini menunjukkan bahwa penanganan dampak Karhutla tidak hanya berfokus pada aspek pemadaman api, tetapi juga membutuhkan respons kesehatan masyarakat yang cepat, preventif, dan kolaboratif.
Klinik Pratama Untan mengambil peran melalui pendekatan promotif, preventif, dan pelayanan kesehatan langsung kepada masyarakat terdampak. Bekerjasama dengan IDI dan pemerintah, Klinik Pratama Untan berkomitmen terus melakukan pemantauan kondisi kesehatan masyarakat, memberikan edukasi, pelayanan pemeriksaan kesehatan, serta mendukung upaya perlindungan masyarakat selama periode Karhutla dan kabut asap.



POST A COMMENT.