mepnews.id – Universitas Timor (Unimor) memperluas akses dan memperkenalkan pendidikan tinggi Indonesia kepada masyarakat Timor-Leste dengan berpartisipasi dalam Indonesian Higher Education Fair (IHEF) pada 8–10 September 2026 di Gedung Pusat Budaya Indonesia, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Dili, Timor-Leste.
Dikabarkan situs resmi unimor.ac.id edisi 14 September 2026, pameran ini diikuti 41 perguruan tinggi negeri dan swasta dari seluruh Indonesia dari total 50 kuota yang disediakan panitia. Unimor empat kali ikut serta dalam pameran pendidikan tinggi Indonesia di Timor-Leste. Keikutsertaan Unimor turut memperkenalkan berbagai peluang pendidikan tinggi kepada generasi muda Timor-Leste, sekaligus memperkuat hubungan kerja sama pendidikan antara Indonesia dan Timor-Leste.
Tim Unimor turun langsung mempromosikan kampus. Selain fasilitas booth, panitia pameran juga menyediakan ruang dan waktu kepada Unimor dan perguruan tinggi lainya melakukan presentasi profil perguruan tinggi dihadapan siswa/siswi SMA Timor Leste.
Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kerja Sama, Dr Yoseph Nahak Seran SPd MSi, memimpin tim ini. Anggotanya terdiri atas Ketua Tim Humas dan Kerja Sama Vincentius Dody Widodo SE, staf bagian akademik Viena Certika Purba SE, serta mahasiswa Prodi TI Unimor A Jay dari Timor-Leste.
Kehadiran mahasiswa asal Timor-Leste dalam tim menjadi nilai tambah tersendiri. Selain membantu memberikan informasi kepada para pengunjung, mahasiswa A Jay dapat berbagi pengalaman secara langsung mengenai kehidupan akademik dan pengalaman kuliah di Unimor.
Sejak hari pertama pameran, booth Unimor diserbu pengunjung. Tingginya antusiasme terlihat dari banyaknya pelajar yang mencari informasi mengenai program studi, proses pendaftaran, biaya kuliah, fasilitas kampus, hingga peluang beasiswa di Unimor.
Untuk mempermudah pendataan calon mahasiswa, panitia booth Unimor menyediakan barcode yang dapat dipindai pengunjung. Melalui sistem tersebut, calon mahasiswa dapat mengisi data dan menyatakan ketertarikannya untuk melanjutkan pendidikan di Unimor. Langkah ini diharapkan menjadi pintu awal bagi semakin banyak generasi muda Timor-Leste mengenal Unimor dan mempertimbangkan Unimor sebagai pilihan dalam melanjutkan pendidikan tinggi.
Unimor menawarkan pilihan pendidikan 4 fakultas dan 20 program studi. Dengan dukungan dosen profesional, fasilitas sarana dan prasarana memadai, serta biaya relatif terjangkau, Unimor menjadi salah satu pilihan strategis bagi calon mahasiswa asal Timor-Leste. Letak geografis Unimor yang relatif dekat dengan Timor-Leste juga menjadi keunggulan. Kedekatan wilayah tersebut memungkinkan mahasiswa Timor-Leste untuk memperoleh pendidikan tinggi di Indonesia tanpa harus menempuh jarak yang terlalu jauh dari negara asalnya.
Unimor juga menyediakan beasiswa berupa pembebasan biaya kuliah semester pertama dan semester kedua bagi mahasiswa yang memenuhi ketentuan. Program tersebut diharapkan semakin membuka peluang bagi generasi muda Timor-Leste memperoleh pendidikan tinggi berkualitas dengan biaya yang lebih terjangkau.
IHEF 2026 dibuka Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Koordinator Bidang Sosial dan Ad Interim Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Kebudayaan Timor-Leste, Mariano Sabino Lopes. Ia didampingi Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Dili, Prof Dr Tasrifin Tahara.
Dalam sambutannya, Mariano Sabino Lopes menyampaikan Pemerintah Timor-Leste menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut. Pameran pendidikan tinggi Indonesia dinilai menjadi sarana penting untuk mempererat hubungan persahabatan sekaligus memperkuat kerja sama di bidang pendidikan antara Indonesia dan Timor-Leste.
Bagi Unimor, keikutsertaan dalam IHEF 2026 bukan sekadar agenda promosi institusi, tetapi juga menjadi bagian dari kontribusi memperkuat hubungan pendidikan antara Indonesia dan Timor-Leste. Antusiasme para pelajar yang mengunjungi booth Unimor menjadi sinyal positif bahwa minat generasi muda Timor-Leste untuk melanjutkan pendidikan tinggi di Indonesia masih sangat tinggi.



POST A COMMENT.