mepnews.id – IPB University menyalurkan 1,27 ton bantuan untuk masyarakat terdampak bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT). Bantuan yang diberangkatkan Selasa malam 8 September 2026 itu terdiri atas 6.350 paket nasi steril siap makan. Juga berbagai barang pendukung, termasuk mesin penjernih air.
Rektor Dr Alim Setiawan Slamet melepas bantuan secara simbolis di Science Techno Park (STP) IPB, Kampus Taman Kencana, Bogor. Bantuan itu hasil kolaborasi berbagai pihak, antara lain alumni di bawah naungan Aksi Relawan Mandiri (ARM) IPB, Persatuan Golf Alumni IPB, Yayasan Satu Umat, warga IPB (dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa), dan masyarakat.
“Pada kesempatan ini, kita dapat bersama-sama melepas bantuan kemanusiaan bagi saudara-saudara kita yang terdampak bencana di NTT,” ucap Rektor, disampaikan situs resmi ipb.ac.id.
Bantuan tersebut merupakan wujud kepedulian dan solidaritas keluarga besar IPB University. Menurutnya, kepedulian sosial telah menjadi bagian dari jati diri IPB University, termasuk mengamalkan ilmu untuk memberikan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan.
“Pada hari ini, kita mengirimkan 6.350 paket nasi steril siap makan. Ini salah satu inovasi yang dikembangkan Dr Tjahja Muhandri dosen Program Studi Ilmu dan Teknologi Pangan,” ujarnya.
Nasi steril dipilih karena dapat bertahan hingga satu tahun dan praktis untuk memenuhi kebutuhan pangan dalam kondisi bencana. Sebelumnya, IPB University mengirimkan 54 ribu paket nasi steril kepada masyarakat terdampak banjir di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, ketika kondisi menyulitkan masyarakat memperoleh air bersih dan memasak.
Ketua ARM IPB, Ir Ahmad Husein MSi, mengungkapkan, “Atas arahan dan amanat Rektor sehari setelah gempa, kami langsung melakukan rapat koordinasi bersama pimpinan IPB University untuk menentukan aksi kemanusiaan guna membantu masyarakat terdampak.”
Saat ini, bantuan diarahkan ke dua lokasi, yakni Desa Salama di Kecamatan Reok dan Kelurahan Kota di Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur. Bantuan meliputi pangan dan nonpangan, air bersih, dan dapur umum. Ada juga dukungan psikososial bagi anak-anak terdampak bencana.
Yayasan Satu Umat turut berkontribusi melalui pengembangan tiga unit mesin penjernih air dan dua mesin reverse osmosis (RO). Total bantuan logistik yang disiapkan bernilai Rp40 juta.
“Bantuan dikirim secara estafet melalui jalur yang memungkinkan lewat darat maupun udara, dengan target tiba di lokasi terdampak maksimal satu minggu,” kata dia.
Ahmad mengapresiasi mahasiswa yang turut menggalang dana. Ia berharap institusi, warga IPB University, dan alumni dapat bersatu mendukung serta memperjuangkan nilai-nilai kemanusiaan. (dh)



POST A COMMENT.