Mahasiswa Untan Kembangkan Perangkat AI Deteksi Dini Aterosklerosis Karotis

mepnews.id – Risiko penyempitan pembuluh darah sering berkembang tanpa disadari hingga memicu gangguan kesehatan serius. Berangkat dari tantangan itu, mahasiswa Universitas Tanjungpura (Untan) mengembangkan ATEROSTOP. Perangkat biomedis berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) ini untuk mendukung deteksi dini aterosklerosis pada arteri karotis.

Dikabarkan situs resmi untan.ac.id, inovasi ini memperoleh pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa Karsa Cipta (PKM-KC) Tahun Anggaran 2026. Melalui ATEROSTOP, tim menggabungkan beberapa indikator kesehatan dalam satu perangkat portabel sehingga proses screening tidak hanya bergantung pada satu jenis pemeriksaan.

Aterosklerosis merupakan kondisi ketika pembuluh darah mengalami penyempitan akibat penumpukan plak. Kondisi ini dipengaruhi berbagai faktor, seperti tekanan darah, kadar glukosa darah, dan kadar kolesterol. Pada arteri karotis, perubahan aliran darah dapat menghasilkan bunyi khas (bruit) yang berpotensi menjadi salah satu indikator dalam deteksi dini.

Berbeda dengan pendekatan yang hanya mengukur satu parameter, ATEROSTOP menggabungkan beberapa informasi sekaligus. Perangkat ini menganalisis bunyi aliran darah pada arteri karotis serta sinyal Photoplethysmography (PPG), yang menggambarkan perubahan aliran darah di dalam tubuh. Seluruh data kemudian diolah menggunakan kecerdasan buatan untuk menghasilkan klasifikasi risiko aterosklerosis.

Dalam proses pengembangannya, ATEROSTOP memanfaatkan mikrofon MEMS SPH0645LM4HB untuk menangkap bunyi aliran darah dan sensor MAX30105 untuk membaca sinyal PPG. Seluruh proses pengolahan data dilakukan secara langsung dalam perangkat menggunakan Raspberry Pi 4 Model B sebagai pusat pemrosesan.

Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan model kecerdasan buatan. Melalui proses tersebut, sistem dirancang mengenali keberadaan bruit, mengestimasi tekanan darah, kadar glukosa darah, dan kadar kolesterol, sebelum mengintegrasikan seluruh hasilnya untuk klasifikasi risiko aterosklerosis.

Hasil analisis dapat ditampilkan melalui layar TFT LCD berukuran 3,5 inci pada perangkat. Selain itu, data juga dirancang dapat disinkronkan dengan aplikasi mobile berbasis Flutter dan layanan cloud sehingga riwayat pengukuran dapat disimpan dan divisualisasikan dengan lebih mudah.

Keunggulan utama ATEROSTOP terletak pada kemampuannya menggabungkan berbagai indikator kesehatan dalam satu perangkat portabel. Pendekatan tersebut diharapkan dapat memberikan proses screening lebih komprehensif dibandingkan jika hanya menggunakan satu parameter. Pengembangan inovasi ini mencakup pengujian hardwaresoftware, dan kinerja sistem sebagai bagian dari proses penyempurnaan.

ATEROSTOP dikembangkan tim mahasiswa lintas disiplin yang terdiri atas Yanto dari Program Studi Sistem Komputer sebagai ketua tim, bersama Dustin Edgar William (Sistem Komputer), Andrie Wijaya (Teknik Informatika), Indra Juan Saputra (Teknik Industri), dan Detti Sanovti Salnuria (Pendidikan Dokter). Kolaborasi ini memadukan kompetensi di bidang kecerdasan buatan, sistem tertanam (embedded system), pengembangan perangkat lunak, desain dan penerimaan teknologi, serta perspektif kedokteran. Tim ini didampingi dosen Tedy Rismawan SKom MCs.

Melalui pengembangan ATEROSTOP, tim menargetkan terwujudnya prototipe perangkat biomedis multiparameter berbasis AI yang disertai pengujian kinerja serta penerimaan masyarakat. Ke depan, perangkat ini diharapkan dapat terus disempurnakan melalui hasil pengujian dan evaluasi klinis sebagai bagian dari pengembangan teknologi yang mendukung upaya deteksi dini aterosklerosis.

Facebook Comments

POST A COMMENT.