mepnews.id – Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Sriwijaya (UNSRI) memulai International Summer Course 2026 berjudul ‘Sailing Towards Wellness: Exploring the Intersection of Culture and Health in South Sumatra Wetlands.’ Kegiatan 8–13 September 2026 di Universitas Sriwijaya, Indralaya, ini bagian dari upaya memperkuat internasionalisasi pendidikan tinggi dan kolaborasi akademik di bidang kesehatan masyarakat.
Dikabarkan situs resmi unsri.ac.id, International Summer Course 2026 mengangkat keunggulan serta karakteristik wilayah lahan basah Sumatera Selatan melalui pendekatan lintas disiplin. Program ini mempertemukan berbagai perspektif, dari kesehatan masyarakat, lingkungan, keselamatan dan kesehatan kerja, gizi, budaya lokal, hingga keberlanjutan sistem pangan.
Hari pertama diawali dengan registrasi dan verifikasi administrasi peserta, kemudian sesi orientasi bersama pimpinan Universitas Sriwijaya. Suasana penyambutan berlangsung hangat dengan penampilan Tari Tanggai, salah satu tarian tradisional Sumatera Selatan yang mencerminkan keramahan sekaligus kekayaan budaya lokal.
Kegiatan dihadiri Prof Dr Ir H Rujito Agus Suwignyo MAgr, Wakil Rektor Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Penjaminan Mutu UNSRI.
Dalam sambutannya, Prof Rujito menyampaikan apresiasi atas kehadiran 32 peserta dari Universiti Kebangsaan Malaysia dan 2 peserta dari Mahidol University.
Ia menjelaskan, lahan basah Sumatera Selatan memiliki nilai yang jauh lebih luas daripada sekadar bentang ekologis. Kawasan itu ruang hidup yang memperlihatkan keterhubungan antara lingkungan, mata pencaharian, pangan, tradisi, dan kesehatan masyarakat.
“Manfaatkanlah program ini secara aktif melalui diskusi, lokakarya, kegiatan lapangan, dan interaksi dengan masyarakat, sehingga peserta membawa pulang pengetahuan, perspektif baru, persahabatan, serta gagasan untuk kolaborasi masa depan,” ujar Prof. Rujito.
Selama enam hari, peserta mengikuti berbagai kegiatan akademik dan pengalaman lapangan. Antara lain kuliah pakar, diskusi ilmiah, lokakarya, kunjungan lapangan, serta proyek pengabdian masyarakat yang berkaitan dengan mitigasi stunting.
Peserta juga mendapatkan pengalaman mengenal kekayaan budaya dan pangan lokal Sumatera Selatan melalui kegiatan kuliner tradisional Palembang serta eksplorasi budaya songket.
Melalui International Summer Course 2026 ini, FKM Unsri berharap dapat menghadirkan pengalaman pembelajaran yang bermakna bagi peserta internasional sekaligus memperluas wawasan global dan mendorong lahirnya kolaborasi berkelanjutan untuk pembangunan kesehatan masyarakat yang lebih inklusif dan berkelanjutan. (Ara_Humas)



POST A COMMENT.