Subece Luncurkan Buku Antologi Dongeng untuk Anak

mepnews.id – Bertambah lagi satu karya literasi untuk bangsa. Komunitas Surabaya Bercerita (Subece) menerbitkan antologi dongeng untuk anak-anak. Buku berjudul ‘Petualangan Dari Kotak Cerita’ itu diluncurkan di Auditorium Literasi, kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disperpusip) Jawa Timur, 12 September 2026.

Buku itu setebal 165 halaman itu berisi 21 cerita pendek yang ditulis 12 aktivis literasi. Judulnya antara lain; ‘Miko dan Pensil Ajaib’ yang ditulis Sufie Arifah, ‘Anansi, Raja Laba-laba’ yang ditulis Esti D. Purwitasari, dan ‘Mencari Tombol Skip di Terra Mora’ karya Nurul Isma Rahayu.

Acara peluncuran buku dihadiri 50 orang yang terdiri atas para penulis, perwakilan Disperpusip Jatim sebagai tuan rumah, perwakilan Disperpusip Surabaya, dari Dinas Sosial Surabaya, sembilan anak Panti Asuhan Al Hasyimi Jalan Menur Pumpungan, dan tamu-tamu lain.

Fitri, ketua panitia peluncuran, memaparkan digagasnya penulsan buku ini. “Kita terlalu sering terdistraksi oleh medsos. Untuk mengurangi distraksi semacam itu, sempatkan waktu untuk membaca dan menulis. Banyak sekali manfaatnya.”

Tuadi, dari UPTD Kampung Anak Negeri yang mewakili kepala Dinas Sosial Surabaya, memberi selamat dan mengapresiasi launching buku ini. “Atas nama Kadis, saya berharap hasil tulisan ini bisa menginspirasi anak-anak agar makin berpretasi. Dukungan semua pihak dibutuhkan untuk menjadikan anak berkarakter baik.”

Esti, salah satu penulis yang mewakili komunitas Surabaya Bercerita, memaparkan isi buku, para penulisnya, dan mengapa ditulis bareng-barang. “Tujuan penulisan bersama ini antara lain untuk membangun ekosistem literasi berbasis komunitas.”

Setelah itu, acara dilanjutkan dengan perkenalan para penulis. Semua penulis yang hadir dipanggil untuk berdiri di panggung. Kemudian, mereka bersama-sama membubuhkan tanda tangan pada poster sampul buku Petualangan Dari Kotak Cerita.

Tidak hanya seremoni, acara dibuat meriah oleh penampilan Kak Syaila dari Kampung Dongeng Surabaya. Diiringi musik, ia menyapa anak-anak panti sambil menyanyi. Lalu, ia bertanya dengan intonasi tinggi untuk memikat perhatian, “Mau dongeng yang serem atau yang lucu?”

Jawab anak-anak serempak, “Sereeem…!”

Maka, ia pun mendongengkan ‘cerita seram’. Cerita itu diambil dari salah satu judul cerita dalam buku, yakni ‘Tora dan Sahabat yang Luar Biasa’. Tora adalah harimau buas pemakan hewan lain, tapi merasa kesepian karena tidak punya teman. Hingga akhirnya dia bisa berteman dengan rusa yang seharusnya jadi mangsa.

Acara semakin meriah ketika panitia menggelar kuis berhadiah. Tidak seperti kuis lucu-lucuan di televisi, yang diajukan pertanyakan serius, antara lain; Siapa bapak literasi Indonesia? Meski serius, cara menjawabnya tetap santai. “Ki Hajar Dewantara, ya? Eh, bukan. Bung Hatta… Ya, Bung Hatta!”

Terakhir, ada penampilan pantomim oleh Kak Dimas. Selain seni panggung, Kak Dimas juga salah satu penyumbang cerita dalam buku ‘Petualangan Dari Kotak Cerita’. Tapi, pantomimnya justru menceritakan kisah sepasang cacing bernama Cica dan Caci dengan judul ‘Rumah Bunga.’

Facebook Comments

POST A COMMENT.