mepnews.id – Dalam rangka memperkuat fondasi moral dan intelektual generasi muda di tengah masifnya teknologi, UPT Perpustakaan Universitas Wijaya Kusuma Surabaya (UWKS) menggelar Seminar Literasi Nasional. Mengangkat tema ‘Membangun Karakter Unggul di Era Transformasi Digital’, acara berlangsung di Ruang Poncowatiko, Lantai 8 Twin Tower UWKS, dirangkai peluncuran buku berjudul Kredo Kewijayakusumaan.
Acara ini menjadi ruang kolaborasi inklusif yang dihadiri ratusan peserta dari berbagai lapisan masyarakat. Mulai dari siswa, mahasiswa, dosen, guru, pegiat literasi, perwakilan Dinas Perpustakaan Provinsi serta Kabupaten/Kota, Forum Perpustakaan Perguruan Tinggi Indonesia (FPPTI) Jawa Timur, Pengurus Pusat Gerakan Pembudayaan Minat Baca (GPMB), hingga Ikatan Pustakawan Indonesia (IPI) Jawa Timur.
Wakil Rektor 1 Bidang Akademik UWKS, Dr Ir Endang Retno Wedowati MT, dalam sambutannya menegaskan penguatan literasi adalah kunci investasi masa depan. “Budaya literasi menjadi salah satu strategi penting dalam membentuk sumber daya manusia unggul, adaptif, dan mampu menghadapi perkembangan zaman. Perpustakaan perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam menumbuhkan budaya literasi sekaligus membangun karakter generasi muda.”
Kepala UPT Perpustakaan UWKS sekaligus Dosen Ilmu Perpustakaan, Bambang Prakoso, menyampaikan komitmen kampus dalam menjaga nilai-nilai kebangsaan. UWKS sebagai ‘Kampus Budaya’ tidak hanya berfokus pada pelestarian fisik atau ornamen, tapi juga berkomitmen terus merawat, mengkaji, dan menghidupkan warisan tata nilai luhur membentuk karakter sivitas akademika yang berintegritas.
Seminar nasional ini menghadirkan empat narasumber ahli yang mengupas tantangan literasi dari berbagai sudut pandang.
Dr Puji Retno Hardiningtyas SS MHum, kepala Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur, menyoroti fenomena ‘perang bahasa’ di media sosial. Maka, linguistik forensik jadi penting untuk menganalisis konflik digital melalui investigasi bukti siber, identifikasi pola ujaran, dan penentuan makna hukum berdasarkan struktur kalimat, makna leksikal, serta gaya bahasa penutur.
Ir Tiat S. Suwardi MSi, kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur, membedah peta budaya baca di Indonesia, khususnya Jawa Timur. Ia lalu mengajak akademisi, praktisi, pustakawan, guru, dan masyarakat umum aktif bertukar gagasan serta membangun jejaring kolaborasi demi menciptakan ekosistem literasi yang relevan dengan zaman.
Dr Mustakim SS MSi, kepala Bidang Pembinaan SMA Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, menekankan internalisasi nilai luhur sebagai pondasi generasi muda. “Nilai moral bangsa harus menjadi bekal agar anak muda mampu menghadapi dinamika teknologi tanpa kehilangan jati diri, integritas, dan rasa tanggung jawab sebagai warga negara.”
Gol A Gong, Duta Baca Indonesia, sebagai pembicara pamungkas, mengingatkan esensi mendasar dari digitalisasi. “Generasi muda harus kritis dan bijak dalam menggunakan teknologi. Teknologi bisa membantu kita produktif, menambah pengetahuan, dan meningkatkan daya saing, tapi juga bisa sebaliknya. Teknologi itu alat bantu, bukan tujuan utama.”
Melalui seminar dan peluncuran buku Kredo Kewijayakusumaan ini, UWKS berharap dapat memantik semangat masyarakat untuk memanfaatkan transformasi digital secara positif, sehat, dan berbasis pada karakter budaya bangsa yang kuat.



POST A COMMENT.