mepnews.id – Unit Kegiatan Mahasiswa Pencinta Alam Leuser (UKM PA Leuser) Universitas Syiah Kuala (USK) bersama Yayasan Hutan Alam dan Lingkungan Aceh (HAkA) melaksanakan pendakian Gunung Seulawah melalui jalur Desa Saree, Kecamatan Lembah Seulawah, Kabupaten Aceh Besar, pada 12 – 13 September 2026.
Pendakian diisi dengan kegiatan pengumpulan sampah di sepanjang jalur hingga kawasan puncak Gunung Seulawah. Ini upaya mengurangi sampah di jalur pendakian sekaligus mengajak pendaki bertanggung jawab terhadap sampah yang dihasilkan selama aktivitas di pegunungan.
Dikabarkan situs resmi usk.ac.id edisi 15 September, 15 orang yang terlibat terdiri atas tujuh anggota UKM PA Leuser USK dan delapan anggota HAkA. Tim membawa trash bag untuk mengumpulkan sampah. Yang ditemukan antara lain plastik, botol, kaleng, serta sampah lainnya. Sampah dikumpulkan kemudian dibawa turun ke kaki gunung.
Tim juga membongkar salah satu tempat sampah di kawasan pemberhentian Pintu Angin. Ini dilakukan sebagai pesan bahwa sampah pribadi merupakan tanggung jawab masing-masing pendaki. Menurut tim, keberadaan tempat sampah di jalur pendakian tidak seharusnya menjadi alasan bagi pendaki untuk meninggalkan sampah di kawasan gunung.
Ketua Umum UKM PA Leuser, M. Rafly, menyampaikan, “Untuk para pendaki, sudah seharusnya kita sadar terhadap kebersihan lingkungan. Gunung bukan tempat sampah. Kemasan apa pun yang dibawa tidak boleh ditinggalkan, apalagi dibuang sembarangan. Wajib dibawa turun. Tuhan telah memberi kita alam yang indah. Sudah seharusnya kita menjaga kelestariannya.”
Melalui kegiatan tersebut, UKM PA Leuser dan HAkA menekankan pentingnya keselarasan tindakan konservasi dengan komitmen global terhadap pelestarian lingkungan hidup dan penanganan krisis iklim.
“Aksi pembersihan sampah di kawasan Gunung Seulawah ini bentuk kepedulian kita bersama dalam menjaga keanekaragaman hayati daratan. Langkah kecil seperti membawa turun sampah pribadi sangat krusial dalam mendukung terwujudnya pembangunan berkelanjutan, khususnya menjaga kelestarian ekosistem darat, dan aksi nyata menghadapi perubahan iklim,” tambanya.
UKM PA Leuser dan HAkA mendorong penerapan tiga prinsip; jangan membunuh apapun selain waktu, jangan mengambil apapun selain gambar, jangan meninggalkan apapun selain jejak. Prinsip tersebut menekankan agar pendaki tidak meninggalkan sampah dan segala sesuatu yang dapat merusak lingkungan.
Kegiatan ini diharapkan menjadi pengingat bagi pendaki Gunung Seulawah untuk menjaga kebersihan jalur dan kawasan puncak dengan cara membawa kembali sampah pribadi selama perjalanan. UKM PA Leuser dan HAkA menilai upaya menjaga kebersihan kawasan pegunungan tidak hanya menjadi tanggung jawab pengelola tetapi membutuhkan kesadaran dan keterlibatan setiap orang yang melakukan aktivitas di dalamnya.



POST A COMMENT.