mepnews.id – Bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih ada. Mengantisipasi dampak kabut asap akibat karhutla, Fakultas Hukum Universitas Jambi (Unja), PT Wirakarya Sakti (WKS) dan Organisasi Mahasiswa (Ormawa) menyalurkan 6.000 masker kepada mahasiswa di lingkungan kampus, pada 15 September 2026.
Dikabarkan situs resmi unja.ac.id, kegiatan dihadiri Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Fakultas Hukum Unja Dr Dony Yusra Pebrianto SH MH bersama tim PT WKS serta perwakilan Ormawa. Tim membagikan masker di sejumlah titik pusat aktivitas mahasiswa, antara lain kawasan Hexagonal, kantin, serta gedung perkuliahan.
“Ini respons kita terhadap kabut asap dampak karhutla. Mahasiswa merupakan kelompok rentan yang bisa terpapar gangguan pernafasan. Kami coba untuk mitigasi dampak kabut asap,” jelas Dr. Dony.
Taufik Qurochman SH MH, kepala Humas PT WKS, menyampaikan kegiatan ini bagian dari upaya antisipasi terhadap potensi memburuknya kualitas udara. “Kami sebenarnya sudah mulai membagikan masker 15 hari lalu. Sasarannya ke organisasi-organisasi, ke lembaga lain. Kemarin kita diskusi, ternyata kampus belum tersentuh.”
Salah satu kawasan yang menjadi perhatian adalah Taman Nasional Berbak dan Sembilang yang masih kebakaran dalam dua minggu terakhir. “Kemarin hari Minggu saya terbang ke sana. Terlihat, kurang lebih 8 ribuan hektare terbakar,” ujar Taufik.
Luasnya area kebakaran menjadi salah satu kendala proses pemadaman. Lokasi di kawasan taman nasional membuat penanganan melalui jalur darat membutuhkan koordinasi dan persetujuan dari pihak terkait. Sejauh ini, upaya pemadaman masih dilakukan dengan helikopter.
Kondisi ini berpotensi memberikan dampak terhadap Kota Jambi karena arah angin dapat membawa asap menuju wilayah perkotaan. Paparan asap perlu diantisipasi karena berdampak pada kesehatan, terutama saluran pernapasan. (Silvia/Najwa)



POST A COMMENT.