Politeknik Caltex Terapkan Game Edukasi BRILIAN ke SLB Pekanbaru

mepnews.id – Politeknik Caltex Riau (PCR) menerapan Game Edukasi BRILIAN (Game Berhitung Tunagrahita Ringan) di SLB Negeri Pembina, Pekanbaru. Kegiatan pada 14 September 2026 ini bagian dari upaya PCR menghadirkan inovasi pembelajaran berbasis teknologi yang interaktif dan inklusif, khususnya untuk mendukung proses belajar anak tunagrahita ringan. Pegembangan game ini mendapat dukungan pendanaan dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

Ketua pelaksana kegiatan, Wenda Novayani SST MEng, menjelaskan BRILIAN dikembangkan sebagai game edukasi sekaligus media pembelajaran digital untuk mendukung kebutuhan siswa sekaligus membantu guru dalam proses pendampingan.

“BRILIAN dikembangkan dengan menggabungkan unsur edukasi, gamifikasi, visual, dan teknologi interaktif. Melalui kegiatan ini, kami dapat melihat langsung bagaimana siswa dan guru menggunakan BRILIAN, sekaligus memperoleh masukan untuk penyempurnaan produk agar makin sesuai dengan kebutuhan pembelajaran anak tunagrahita ringan,” ujarnya, lewat situs resmi pcr.ac.id, edisi 17 September.

Tim PCR memanfaatkan BRILIAN sebagai media pendukung pembelajaran aritmetika dasar dengan pendekatan belajar sambil bermain. Siswa dan guru berkesempatan menggunakan BRILIAN dalam proses pembelajaran. Di sisi lain, tahapan ini menjadi ruang bagi tim PCR untuk memperoleh masukan dari pengguna, mengamati respons siswa, mengevaluasi kemudahan penggunaan, serta mengidentifikasi pengembangan fitur yang diperlukan sebelum BRILIAN dikembangkan menuju implementasi lebih luas.

Siswa berkesempatan belajar dan berlatih berhitung melalui berbagai aktivitas yang tersedia dalam Game Edukasi BRILIAN. Game ini dikembangkan dengan pendekatan gamifikasi serta memanfaatkan unsur visual, audio, dan aktivitas interaktif yang disesuaikan karakteristik pengguna. tampak, para siswa aktif mengikuti permainan dan mencoba menyelesaikan berbagai aktivitas berhitung. Pendekatan belajar sambil bermain membuat latihan aritmetika berlangsung lebih interaktif sekaligus mendorong keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran.

Para guru juga mendampingi siswa saat menggunakan BRILIAN. Guru dapat mengamati interaksi siswa dengan game serta melihat potensi BRILIAN sebagai media pendukung pembelajaran di sekolah.

Salah satu fitur yang mendapat perhatian guru adalah dashboard guru yang terintegrasi dengan BRILIAN. Melalui fitur tersebut, guru dapat memonitor aktivitas siswa selama belajar dan bermain sehingga proses pendampingan dan pemantauan pembelajaran dapat dilakukan lebih terstruktur.

Kegiatan ini melibatkan Tim BRILIAN PCR yang terdiri dari dosen lintas program studi, yakni Wenda Novayani SST MEng, Shumaya Resty Ramadhani SST MSc, Dini Nurmalasari ST MT, Fifitri Ali SST MSc, Dr Juni Nurma Sari SKom MMT, serta Eveline Ang STrKom. Tim turut diperkuat Puja Hanifah SST MMSI dan enam mahasiswa Jurusan Teknologi Informasi.

Kolaborasi mereka melibatkan Program Studi Animasi, Teknik Informatika, Magister Terapan Teknik Komputer, dan Akuntansi, yang bersama-sama mendukung pengembangan BRILIAN dari sisi media interaktif, teknologi, hingga pengelolaan inovasi.

Kepala SLB Negeri Pembina Pekanbaru, Moelya Eko Suseno SKom MTI MPd, bersama Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Alrumby SPd, menyampaikan apresiasi kepada tim PCR atas kegiatan ini. “Penerapan BRILIAN memberikan pengalaman baru bagi siswa sekaligus memperkenalkan alternatif media pembelajaran berbasis teknologi yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung proses belajar di sekolah.”

Hadir dalam kegiatan ini Kepala SLB Negeri Pembina Pekanbaru, Kepala SLB Sri Mujinab Pekanbaru, guru-guru SLB Negeri Pembina, perwakilan guru SLB Sri Mujinab, serta sekitar 35 siswa tunagrahita di Pekanbaru.

Facebook Comments

POST A COMMENT.