Breaking News
- BudayaMenjaga dan Menghidupkan Sidalupa
- Guru MenulisManfaat Sejati Kedekatan Kakek/Nenek pada Cucu
- HeadlinePolinema Pasang Irigasi Tenaga Surya di Karang Tengah
- HeadlinePolije Bantu Olah Daun Gamal Jadi Silase
- NewsPelatihan Public Speaking untuk Komunitas Peradilan Semu FH Unimma
- HeadlineUSK dan Universiti Malaya Dukung Pemulihan Pasca Bencana di Pidie Jaya
- LiterasiUWKS Gelar Seminar Literasi Nasional dan Luncurkan Buku Kredo Kewijayakusumaan
- NewsMahasiswa Telkom University Purwokerto Kembangkan Body Protector Berbasis IoT dan AI
- NewsUPI Bandung dan UPM Malaysia Gelar Summer Program
- NewsKKN UMY Jangkau Ujung Indonesia hingga Mesir dan Malaysia
Mumpsimus, Oh Mumpsimus….
Oleh: Esti D. Purwitasari mepnews.id – Alkisah, ada seorang biarawan keliru pada abad pertengahan di Inggris. Sebagai orang alim, ia selalu meminpin ritual doa dalam misa di tempat ibadahnya. Dalam doa berbahasa Latin, ia selalu mengucapkan ‘mumpsimus‘. Padahal harusnya itu ‘sumpsimus’ (yang artinya ‘saya menerima’ kebenaran). Kekeliruan ini dicatat oleh Richard Pace (1482 – 1536)
Read More

