Oleh: Esti D. Purwitasari
mepnews.id – “Hari ini, saya berpuasa. Persiapan untuk puasa Ramadhan mendatang,” kata saya pada teman-teman yang menikmati makan siang pada jam istirahat.
“Oh, ya, Mbak. Selamat berpuasa,” sambut seorang teman. “Saya non-muslim tapi juga berpuasa.”
“Betul. Kalau definisinya diperluas, banyak kultur yang mempraktikkan puasa. Bahkan, hewan dan tumbuhan juga berpuasa. Selain unsur kepatuhan pada perintah Tuhan, itu karena siapa saja bisa mendapat banyak manfaat dari berpuasa.”
……….
Pembaca yang budiman, Anda juga pernah dan sering berpuasa bukan? Memang, awalnya ada rasa haus atau lapar atau kadang lemas. Tapi, secara keseluruhan, berpuasa memiliki banyak manfaat potensial secara psikologis dan mental.
Berpuasa dapat meningkatkan fungsi kognitif sekaligus menjaga penurunan fungsi kognitif yang berkaitan dengan usia. Puasa meningkatkan produksi protein brain-derived neurotrophic factor (BDNF) yang memainkan peran kunci dalam pertumbuhan dan kelangsungan hidup sel-sel otak. Jadi, puasa bisa mengurangi risiko kepikunan.
Berpuasa juga bisa meningkatkan produksi hormon untuk menenangkan hati dan melawan stres. Produksi hormon kortisol dapat mengurangi gejala kecemasan dan depresi. Produksi neurotransmiter menenangkan suasana hati. Keluarnya hormon endorfin membuat kita bisa merasakan ketenangan, kedamaian dan kesejahteraan.
Saat berpuasa, kita jadi lebih memperhatikan kebiasaan makan. Ini dapat membantu kita mengembangkan hubungan yang lebih sehat dengan makanan. Kita bisa memilih mana yang lebih perlu dimakan daripada yang tidak perlu. Sistem pencernaan kita bisa diistirahatkan sejenak dari urusan makanan.
Orang yang berpuasa tentu mengupayakan pengendalian diri dan disiplin, yang jika dikembangkan pada hari-hari lain akan dapat membantu mengembangkan kontrol diri dan disiplin diri di aktivitas lain. Berpuasa juga dapat membantu meningkatkan kejernihan dan fokus mental sehingga dapat meningkatkan produktivitas dan efisiensi kerja.
Ada juga bonus kesehatannya. Puasa dapat membantu mengurangi asupan kalori dan meningkatkan penurunan berat badan. Puasa juga meningkatkan sensitivitas insulin sehingga dapat mengurangi risiko diabetes tipe-2. Puasa juga mengurangi peradangan internal sehingga membantu menurunkan risiko penyakit kronis seperti gangguan jantung, kanker, dan radang sendi.
Tentu saja, ada banyak manfaat spiritual. Puasa adalah praktik umum dalam banyak tradisi spiritual dan keagamaan. Jika dipraktikkan dengan benar, berpuasa dapat menjadi cara untuk memperdalam olah spiritual dan semakin dekat dengan kasih Tuhan.


