20 Mahasiswa UPM Jalani PKM di Unesa

mepnews.id – Dua pulih mahasiswa Universiti Putra Malaysia (UPM) melaksanakan program mobilitas akademik dan pengabdian masyarakat di Universitas Negeri Surabaya (Unesa) sejak 11 Juni 2026. Program satu minggu ini merupakan kolaborasi kedua universitas dalam bentuk kegiatan fisik di luar negeri.

Mahasiswa dari Fakultas Ilmu Pendidikan jurusan Pendidikan Jasmani ini mengikuti mata kuliah ‘Kesehatan dan Kesejahteraan Komunitas’. Dalam program ini, mereka diwajibkan memberikan layanan khidmat komunitas sebesar 30% dari total nilai kursus. Kali ini fokus layanan pada siswa SD dan SMP Lab School Unesa.

Roxana Dev Omar, dosen pendamping dari UPM, menjelaskan tema pengabdian tahun ini menekankan pada unsur kelestarian alam dalam konteks kesehatan dan kesejahteraan. “Ini pertama kalinya kami membawa mahasiswa ke luar negeri untuk proyek komunitas ini,” ujarnya, lewat situs resmi unesa.ac.id.

Sebelumnya, kegiatan serupa dilaksanakan di dalam negeri Malaysia, seperti di sekolah atau institusi warga emas.

Muhammad Luthfil Hadi bin Saran, mahasiswa semester 6 yang berpartisipasi, mengungkapkan kegembiraannya dapat berinteraksi langsung dengan siswa di Indonesia. “Ini pengalaman pertama saya ke luar negeri. Warga Indonesia sangat ramah dan siswanya sangat ceria.”

Ia menambahkan, kemiripan budaya dan bahasa menjadi motivasi utama baginya untuk belajar dan melakukan perbandingan positif antara Indonesia dan Malaysia.

Program ini langkah strategis menuju penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara UPM dan Unesa. Berdasarkan kebijakan UPM, kerja sama resmi harus diawali dengan aktivitas nyata berkelanjutan.

“Kami ingin ada situasi win-win. UPM, yang saat ini di peringkat 134 dunia, memiliki kekuatan di bidang riset dan pengembangan. Kami siap membantu dalam hal publikasi ilmiah bersama dosen Unesa,” jelas Roxana.

Unesa dan UPM merancang penyelenggaraan konferensi internasional bersama tahun 2027 sebagai tindak lanjut program mobilitas ini.

Pihak UPM berharap kolaborasi ini dapat terus berjalan setidaknya selama lima tahun ke depan demi memberikan manfaat bagi mahasiswa maupun dosen di kedua negara serumpun.

Facebook Comments

POST A COMMENT.