mepnews.id – Di tengah gelombang laut dan keterbatasan akses medis kepulauan, tim dokter spesialis Rumah Sakit Kapal Ksatria Airlangga (RSKKA) berhasil mengoperasi dan menyambut kelahiran bayi ke-101 di kapal. Bayi laki-laki itu lahir saat RSKKA bersandar di Pulau Raas, Kabupaten Sumenep.
Raas merupakan pulau kedua yang dikunjungi Bakti RSKKA 2026 dengan tema ‘Penyakit Katastropik di Kepulauan: Deteksi Dini dan Upaya Promotif, Preventif dan Kuratif Menuju Pulau Sehat, Produktif dan Bahagia’. Lokasi lain yang dikunjungi adalah Kecamatan Bluto di Pulau Madura, Pulau Karamian, dan Pulau Masalembu. Misi ini diikuti 31 relawan yang meliputi dokter spesialis, dokter umum, dan tenaga medis lainnya.
Di Pulau Raas, prosedur operasi Sectio Caesarea dilakukan pada pasien rujukan lokal yang mengalami kondisi kehamilan post-date dan BSC. Pasien dari Pulau Putri salah satu pulau di sekitar gugusan Pulau Raas.
Mengingat tingginya risiko komplikasi kehamilan, pasien idealnya harus dirujuk ke rumah sakit pusat di daratan Sumenep. “Namun, kendala ekonomi berat membuat keluarga pasien tidak mampu jika dirujuk ke Sumenep. Jika tidak segera dibantu di RSKKA, pasien berisiko melahirkan di dukun beranak,” kata dr Alif Firdaus Wafa spesialis Obstetri dan Ginekologi RSKKA, lewat rilis pers RSTKA pada 28 Juli 2026.
Menghadapi situasi itu, tim dokter spesialis obsgyn, anestesi, dan perawat bedah RSKKA mengambil langkah medis terukur dengan melakukan operasi sesar di fasilitas kamar operasi kapal. Prosedur pembedahan berlangsung lancar tanpa komplikasi berarti.
Bayi lahir dalam kondisi sehat dan stabil. Kelahiran ini menandai pencapaian ke-101 persalinan yang ditangani RSKKA sepanjang pelayarannya mengarungi pulau-pulau terluar di Indonesia.
Ketika operasi selesai dilaksanakan, pasien dimobilisasi dengan diangkat para relawan dari ruang operasi kapal ke daratan menggunakan ambulan untuk dibawa ke puskesmas Raas.
“Alhamdulillah, terima kasih atas pelayanan RSKKA. Pelayanannya sangat bagus, baik, dan sempurna. Terima kasih juga atas dukungan HCML dan Konsulat Jenderal Australia,” kata Ahmad Rasidin, orang tua si bayi.
Misi medis di Pulau Raas ini hasil kolaborasi multisektoral antara Yayasan Ksatria Medika Airlangga, Universitas Airlangga, serta didukung para mitra strategis seperti Husky-CNOOC Madura Limited (HCML) dan Pemerintah Australia, Kemenkes RI, IDI, BPJS Kesehatan, OneMed, RSUD Dr Soetomo, Aperindo, Pelindo, dan Pemerintah Kabupaten Sumenep.
Kehadiran RSKKA di kawasan kepulauan Madura membuktikan bahwa keadilan akses pelayanan kesehatan dan tindakan medis spesialistik dapat dijangkau oleh seluruh lapisan masyarakat Indonesia, bahkan hingga di pelosok kepulauan.



POST A COMMENT.