mepnews.id – Alat deteksi kualitas air dan alat deteksi objek dipasang tim Universitas Negeri Gorontalo (UNG) di kawasan perairan Botubarani, Kabupaten Bone Bolango, pada 23 September 2026. Ini bagian dari kegiatan riset yang didanai skema RIIM BRIN-LPDP (multiyears) melibatkan mitra Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Bone Bolango.
Dikabarkan situs resmi ung.ac.id, pemasangan dua perangkat itu untuk menghasilkan data kondisi perairan secara berkelanjutan selama satu tahun. Data yang dikumpulkan dalam bentuk time series diharapkan dapat memberikan informasi kondisi lingkungan laut sekaligus mendukung pengelolaan aktivitas wisata bahari di Botubarani, khususnya wisata interaksi dengan hiu paus.
Salah satu manfaat riset adalah membantu wisatawan maupun pengelola dalam mengambil keputusan terkait aktivitas snorkeling dan diving bersama hiu paus. Informasi mengenai kondisi kualitas air dan keberadaan objek di perairan dapat menjadi salah satu bahan pertimbangan sebelum wisatawan melakukan aktivitas di laut.
Data yang dihasilkan juga memiliki potensi pemanfaatan lebih luas, antara lain mempelajari pola kemunculan hiu paus serta berbagai organisme laut lainnya. Begitu juga pola kemunculan ubur-ubur yang pada kondisi tertentu dapat mengganggu kenyamanan wisatawan. Dengan tersedianya data kualitas air secara berkala, pola hubungan antara kondisi perairan dan kemunculan ubur-ubur dapat dipelajari lebih lanjut.
Sistem deteksi ini juga berpotensi menghasilkan informasi mengenai aktivitas manusia di kawasan perairan Botubarani. Data yang terkumpul dapat digunakan untuk mengidentifikasi keberadaan atau tingkat kemunculan sampah plastik, material dari aktivitas pertanian, kepadatan perahu wisatawan, aktivitas pengunjung, serta kemunculan berbagai hewan laut lainnya.
Dr Mohamad Hidayat Koniyo ST MT, mewakili tim peneliti UNG, mengungkapkan teknologi ini memungkinkan berbagai objek dan aktivitas di perairan direkam dan diolah menjadi dataset. “Deteksi objek, seperti warna air laut, binatang yang bergerak dan terlihat, aktivitas wisatawan, dan lainnya, menghasilkan dataset yang bisa dikembangkan untuk penelitian klasifikasi hingga prediksi.”
Dataset yang dikumpulkan terus-menerus menjadi bagian penting dalam pengembangan penelitian berbasis data. Dengan tersedianya rekaman satu tahun, peneliti dapat menganalisis pola perubahan kondisi perairan dan objek yang terdeteksi dari waktu ke waktu.
“Data tersebut dapat diarahkan untuk membangun model klasifikasi maupun prediksi, termasuk mempelajari hubungan antara kondisi lingkungan laut dengan kemunculan hiu paus, ubur-ubur, maupun objek dan aktivitas lain di kawasan perairan Botubarani,” terangnya.
Riset ini diharapkan dapat memberikan basis data bagi pengelolaan wisata bahari yang lebih informatif. Data yang dihasilkan tidak hanya berguna untuk kepentingan penelitian, tetapi juga berpotensi menjadi bahan pendukung bagi pengelola dan pemangku kepentingan dalam memantau kondisi perairan serta aktivitas wisata di Botubarani.



POST A COMMENT.