Festival Lentera Wacana Masyarakat Adat Nusantara Digelar di Unud

mepnews.id – Universitas Udayana (Unud) menjadi tuan rumah Festival Lentera Wacana Masyarakat Adat Nusantara yang digelar 18 September 2026 di Ruang Nusantara, Gedung Agrokompleks, Kampus Universitas Udayana, Sudirman, Denpasar. Kegiatan ini diselenggarakan Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) bekerja sama dengan Ikatan Alumni Universitas Udayana (Ikayana).

Dikabarkan situs resmi unud.ac.id, festival ini menjadi ruang pertemuan berbagai elemen untuk membahas keberadaan, peran, serta masa depan masyarakat adat di tengah perubahan sosial, ekonomi, teknologi, dan arus globalisasi yang semakin cepat.

Kegiatan dihadiri pimpinan dan anggota Komite III DPD RI, Anggota DPD RI Perwakilan Provinsi Bali sekaligus Ketua Umum Ikayana, perwakilan Kementerian Kebudayaan RI, Pemerintah Provinsi Bali, pimpinan dan sivitas akademika Universitas Udayana, Bendesa Agung Majelis Desa Adat Provinsi Bali, para bendesa, tokoh adat dan budaya, para Penglingsir Puri, serta sejumlah peserta dan undangan lainnya.

Mewakili Rektor, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Universitas Udayana, Prof Dr Gusti Ngurah Alit Susanta Wirya SP MAgr, menyampaikan apresiasi kepada DPD RI, Ikayana, dan seluruh pihak yang menginisiasi serta menyelenggarakan festival. Kehadiran berbagai unsur dalam kegiatan ini menjadi bagian penting dalam membangun ruang dialog mengenai keberadaan dan peran masyarakat adat di tengah perkembangan zaman.

“Tema masyarakat adat Nusantara dinilai relevan seiring perubahan di berbagai bidang kehidupan. Kemajuan teknologi, pertumbuhan ekonomi, serta globalisasi, tidak semestinya membuat masyarakat kehilangan akar budaya dan identitasnya. Sebaliknya, perkembangan zaman perlu berjalan beriringan dengan upaya menjaga nilai-nilai luhur yang telah hidup dan berkembang di tengah masyarakat,” kata ia.

Ketua Ikayana, Dr I. B. Rai Dharmawijaya Mantra SE MSi, mengatakan Festival Lentera Wacana Masyarakat Adat Nusantara diharapkan tidak sekadar menjadi forum untuk membicarakan masyarakat adat tetapi juga menjadi ruang untuk berdialog dan berbicara bersama masyarakat adat. Forum diharapkan mempertemukan pengetahuan, gagasan, pengalaman, serta perspektif dari berbagai pihak sehingga dapat melahirkan pemikiran dan langkah yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat adat.

Festival ini mempertemukan unsur DPD RI, pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Bali, lembaga vertikal, perguruan tinggi, lembaga adat dan budaya, asosiasi pariwisata, tokoh puri, dunia usaha, hingga generasi muda. Keterlibatan berbagai unsur diharapkan dapat membuka ruang kerja sama yang lebih luas dalam memperkuat keberadaan dan peran masyarakat adat.

Forum diharapkan menghasilkan berbagai tindak lanjut konkret, antara lain rekomendasi kebijakan, jejaring kerja sama, penelitian kolaboratif, serta program pemberdayaan masyarakat. Dengan demikian, festival tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial tetapi menjadi awal dari dialog dan kolaborasi berkelanjutan.

Facebook Comments

POST A COMMENT.