mepnews.id – Universitas Sriwijaya (Unsri) menjadi tuan rumah penyelenggaraan Program Kepala Desa Masuk Kampus (KDMK) Angkatan III Tahun 2026. Kegiatan yang diinisiasi Direktorat Jenderal Bina Pemerintahan Desa (Ditjen Binapemdes) Kementerian Dalam Negeri ini berlangsung 4–6 November 2026.
Rektor Prof Dr Taufiq Marwa SE MSi, saat Opening Ceremony di Graha Unsri Kampus Palembang, menyampaikan kegiatan ini momentum penting untuk mempertemukan kekuatan ilmu pengetahuan yang dimiliki perguruan tinggi dengan pengalaman serta kearifan lokal yang dimiliki masyarakat desa.
“Perguruan tinggi memiliki ilmu, melakukan riset, dan juga menguji teknologi. Bapak Ibu kepala desa memiliki pemahaman langsung terhadap persoalan masyarakat, potensi wilayah, serta kebutuhan nyata warganya. Ketika dua kekuatan ini bertemu, saya yakin kita dapat menghadirkan perubahan lebih nyata dan berkelanjutan,” ungkapnya lewat situs resmi unsri.ac.id.
Wakil Menteri Dalam Negeri, Dr Bima Arya Sugiarto, dalam sambutannya menekankan pentingnya kemampuan kepala desa dalam membangun kolaborasi. Program KDMK tidak hanya memberikan manfaat bagi kepala desa, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran timbal balik bagi perguruan tinggi.
”Pemimpin yang sukses ke depan, kades yang sukses, hari ini adalah yang terampil untuk membangun kolaborasi. Kepala desa masuk kampus adalah tentang kolaborasi. Bukan hanya Bapak Ibu Kades yang mendapatkan sesuatu dari kampus, tapi saya yakin Pak Rektor dan tenaga pengajar juga mendapatkan sesuatu yang nyata,” tuturnya.
Gubernur Sumatera Selatan, Dr Herman Deru SH MM, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya program KDMK di UNSRI. Menurutnya, perguruan tinggi memiliki peran penting sebagai navigator dalam memberikan wawasan dan pengetahuan bagi kepala desa untuk membangun desa.
“Terima kasih atas penempatan acara yang sangat mulia ini. Kepala desa masuk kampus di Sumatera Selatan, khususnya di Unsri. Terima kasih atas semua pandangannya. Terima kasih atas semua kebijakan yang telah menjadikan kepala desa itu bisa menjadi bagian acara yang sangat hebat ini,” ucapnya.
Dalam laporannya, Direktur Jenderal Binapemdes, Dr Bernhard E. Rondonuwu SSos MSi, menyampaikan, “Tujuan KDMK 2026 sebagai berikut; 1. meningkatkan kompetensi Kepala Desa dan perangkat desa dalam tata kelola pemerintahan desa, 2. meningkatkan kapasitas kepemimpinan transformasional Kepala Desa, 3. meningkatkan kemampuan pemanfaatan teknologi digital dan data dalam penyelenggaran pemerintahan, 4. mengembangkan inovasi pelayanan publik di desa, 5. meningkatkan kapasitas pengelolaan keuangan dan pembangunan desa, 6. memperkuat pemulaan potensi desa dan BUMN Desa, 7. mengembangkan smart village, 8. memperkuat kolaborasi antara pemerintah desa, pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan pemangku kepentingan lainnya, 9. mewujudkan pemerintahan desa berdampak yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.”
Opening Ceremony KDMK ini turut dihadiri Wakil Rektor Bidang Perencanaan dan Kerjasama Unsri Prof Dr Joni Arliansyah ST MT; Sekretaris Unsri Prof Dr Alfitri MSi; Sekretaris Ditjen Binapemdes Indra Gunawan SE MPA; serta jajaran pimpinan di lingkungan Kemendagri dan Unsri.
Setelah pembukaan resmi yang ditandai dengan pemukulan gong oleh Wamendagri, kegiatan selanjutnya pemaparan materi berjudul ‘Kepemimpinan Strategis dalam Mengelola Inovasi Sosial Berbasis Kearifan Lokal untuk Membangun Keunggulan Desa’ yang disampaikan Prof Dr Diah Natalisa MBA.
Selanjutnya, 255 Kepala Desa dari Kabupaten/Kota di Sumatera Selatan yang mengikuti program ini dibagi ke dalam 10 kelas dengan pendampingan tim pakar dosen. Selama pembelajaran, peserta mendapatkan materi meliputi; pemetaan potensi ekonomi, validasi potensi desa, penentuan prioritas program desa, inovasi desa menggunakan pendekatan design thinking, ekonomi simpler, administrasi digital desa, serta penyusunan rencana implementasi inovasi desa. (DAL)



POST A COMMENT.