mepnews.id – Program Studi Ilmu Politik FISIP Universitas Airlangga (Unair) jadi tuan rumah Temu Nasional dan Milad Satu Dekade Asosiasi Program Studi Ilmu Politik se-Indonesia (APSIPOL). Kegiatan itu berlangsung 2 November 2026 di Hall Ternate ASEEC, Kampus Dharmahusada B.
Rektor Prof Dr Muhammad Madyan SE MSi MFin mengatakan, sepuluh tahun APSIPOL bukanlah perjalanan singkat. Ini adalah waktu yang tepat untuk melihat kembali kontribusi dan peran ilmu politik dalam menjawab berbagai tantangan bangsa.
Tema Kedaulatan Digital, Keamanan Siber dan Masa Depan Demokrasi Indonesia sangat relevan dengan perkembangan saat ini. “Kita menyaksikan bagaimana teknologi digital mengubah cara masyarakat memperoleh informasi, berkomunikasi, menyampaikan pendapat, bahkan berpartisipasi dalam kehidupan demokrasi,” ujarnya.
Dalam konteks ini, ilmu politik dan perguruan tinggi memiliki peran penting dalam melahirkan pemikiran kritis, riset yang relevan, dan sumber daya manusia yang mampu memahami hubungan antara teknologi, kekuasaan, kebijakan publik, dan demokrasi.
“Saya berharap APSIPOL terus menjadi ruang kolaborasi bagi akademisi dan praktisi untuk memperkuat kontribusi ilmu politik bagi kehidupan berbangsa dan bernegara,” imbaunya.
Dekan FISIP Unair, M. Muttaqien SIP MA PhD, menekankan pentingnya insan cendekia membangun integritas, membangun keteladanan, dan kepeloporan yang berdampak. Namun untuk menuju ke arah sana, perlu adanya komitmen sebagai akademisi.
Ia menekankan, ketidaktahuan publik adalah tanggung jawab ilmuwan. “Dengan membangun integritas sebagai ilmuwan, kita bisa memberikan kepeloporan dan keberdampakan bagi lingkungan sekitar.”
Ketua APSIPOL, Dr Asep A. Sahid Gatara MSi, menuturkan satu dekade merupakan rentang waktu yang cukup untuk merekam sejarah, mengevaluasi perjalanan, mengukur capaian, sekaligus merumuskan arah masa depan.
Bagi APSIPOL, satu dekade bukan sekadar perayaan usia organisasi, tapi momentum untuk muhasabah sekaligus merefleksikan perjalanan intelektual, institusional, dan kolektif dalam membangun dan memperkuat pendidikan ilmu politik di Indonesia.
Dr Asep berharap APSIPOL mampu menghadirkan manfaat nyata bagi pengembangan institusi pendidikan, peningkatan kualitas lulusan, penguatan riset, pengabdian kepada masyarakat, dan kemajuan demokrasi serta tata kelola pemerintahan di Indonesia.
“Satu dekade bukanlah garis akhir sebuah perjalanan, melainkan satu episode penting untuk memasuki babak baru yang lebih progresif, produktif, dan berdampak,” imbaunya. (Khefti)



POST A COMMENT.