mepnews.id – Saat mudik Lebaran, biasanya ada yang merencanakan perjalanan panjang dengan mobil untuk mudik. Jika pilihan nyetir sendiri, maka sangat penting menjaga stamina tubuh dengan asupan makanan tepat agar tidak mengantuk saat berkendara.

Dr Karina Rahmadia Ekawidyani dosen IPB.
Dr dr Karina Rahmadia Ekawidyani MGizi, ahli Gizi Masyarakat IPB University, mengungkap beberapa penyebab seseorang mudah mengantuk saat nyetir mudik.
Pertama, kurangnya jam tidur karena bangun lebih pagi untuk sahur dan tidur lebih malam.
Kedua, jika menyetir cukup lama dan pemandangan jalan monoton, pengemudi bisa bosan sehingga akhirnya mengantuk.
Ketiga, umumnya pengemudi memaksakan diri nyetir malam hari. Padahal, secara biologis, malam adalah waktu untuk tidur, sehingga menyebabkan kantuk.
Keempat, pola makan sebelum dan selama perjalanan juga berpengaruh terhadap rasa kantuk dan stamina tubuh.
Dr Karina menyebut beberapa makanan yang ketika dikonsumsi cenderung menyebabkan mengantuk dan yang bisa meningkatkan stamina tubuh.
“Yang cenderung menyebabkan mengantuk adalah makanan yang menyebabkan kenaikan gula darah terlalu cepat. Contohnya roti, keripik, gorengan dan lainnya,” kata dr Karina lewat situs resmi ipb.ac.id.
Yang dapat mencegah kantuk dan menyebabkan tubuh lebih berenergi adalah makanan yang memiliki karbohidrat kompleks, tinggi protein dan rendah lemak. “Bisa dengan telur, ayam, daging, kacang-kacangan. Buah mengandung air juga bisa mencegah kita dari dehidrasi,” jelasnya.
Lebih detail, dr Karina memberi rekomendasi makanan peningkat stamina saat nyetir mudik:
Sumber karbohidrat kompleks: serealia utuh (beras merah, beras hitam, gandum, oat, jagung); sayuran berpati (kentang, ubi); kacang-kacangan (juga jadi sumber protein yang baik)
Sumber protein rendah lemak: ayam tanpa kulit, daging tanpa lemak/gajih, putih telur, ikan.
Sumber lemak baik: ikan, kacang-kacangan, minyak zaitun, atau lemak di dalam buah (alpukat)
Buah dan sayuran yang mengandung banyak serat, vitamin, mineral, dan air.
“Tidak kalah penting, pengemudi harus banyak minum air dan memastikan asupan cairan yang cukup saat sahur maupun berbuka. Meskipun berpuasa, disarankan tetap mengonsumsi air minimal delapan gelas atau sekitar 1,5 hingga 2 liter per hari,” tuturnya.
Bagaimana dengan kafein dari kopi atau teh? Menurut dr Karina, kafein memang efektif untuk menghilangkan kantuk tapi hanya dalam jangka waktu pendek.
“Ya, kafein bisa mencegah kita mengantuk. Tapi, jika dikonsumsi terus-menerus, akan membuat kita sering buang air kecil. Akhirnya dehidrasi,” paparnya.
Batas aman konsumsi kafein untuk orang dewasa adalah 400 mg atau empat cangkir dalam sehari. Namun, ia menyarankan satu sampai dua cangkir saja.
“Obat kantuk itu bukan minum minuman yang mengandung kafein, tapi harus tidur. Jadi, lebih baik istirahat sejenak untuk mengembalikan energi,” tutupnya. (Lp)


