KKN Untidar Bangun Rocket Stove di Kebonagung

mepnews.id – Masyarakat Desa Kebonagung, Kecamatan Selopampang, Kabupaten Temanggung, tidak mau membuang sampah ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Mereka lebih terbiasa membakar sampah. Namun, kegiatan ini memunculkan permasalahan yaitu polusi dari asap yang mencemari lingkungan.

“Kondisi ini memunculkan ide untuk membuat rocket stove sebagai program utama tim kami,” ujar Roni Hanafi (S1 Agroteknologi), Ketua Tim KKN Desa Kebonagung Universitas Tidar, lewat situs resmi untidar.ac.id edisi 21 Juli 2026.

Rocket stove adalah tungku pembakaran dengan desain memanfaatkan ruang bakar terisolasi dan aliran udara terarah sehingga proses pembakaran berlangsung lebih sempurna dibandingkan pembakaran terbuka. Desain ini menghasilkan suhu pembakaran tinggi, meningkatkan efisiensi penggunaan bahan bakar, serta mengurangi pembentukan asap. Rocket stove dapat digunakan untuk membakar sampah dengan emisi asap lebih rendah dibandingkan pembakaran terbuka.

Rocket stove dibangun di wilayah Tempat Pengengolaan sampah Terpadu (TPSD) Kebonagung di samping jalan alternatif Desa Kebonagung dan Desa Bumiayu, Kecamatan Selopampang, Kabupaten Temanggung.

Roni dibantu sembilan temannuya yaitu Yehizkia Tectona Putra (S1 Ilmu Administrasi Negara), Faisal Umar Jati (S1 Peternakan), Ma’rufin Zidane Firmansyah Putra Wijaya (S1 Teknik Mesin), Muhammad Ali Hamzah (S1 Teknik Mesin), Novinda Safitri (S1 Agribisnis), Anisa Nur Aflah (S1 Agroteknologi), Nayla Adzkiya Shaffa (S1 Gizi), Novia Agustin (S1 Ilmu Administrasi Negara), dan Dian Nuraini (S1 Teknik Mesin).

Mereka memulai pembuatan rocket stove pada 22 Juni. Minggu pertama, dilakukan observasi TPSD Kebonagung. Minggu kedua, dilakukan evaluasi dan desain ulang tungku pembakaran. Minggu ketiga, dilakukan pembangunan serta uji coba dengan melakukan pembakaran sampah pada rocket stove.

“Akhirnya Minggu, 19 Juli, kami bisa melakukan uji coba pembakaran sampah dengan rocket stove. Masih ada beberapa hal yang harus diperbaiki namun sudah bisa digunakan dengan baik,” jelasnya.

Hari Kurniawan, Kepala Desa Kebonagung, berperan penting sebagai koordinator pihak desa untuk menggerakkan masyarakat dalam kegiatan kerjabakti saat proses pembuatan rocket stove.

“Terima kasih kepada Tim KKN Untidar, Mas Roni dan timnya, atas implementasi teknologi tepat guna rocket stove. Kami harap ini bisa dimanfaatkan untuk mengelola sampah di desa. Bisa mengurangi polusi udara,” kata Hari.

Agung, tokoh masyarakat yang menjadi fasilitator antara Tim KKN dengan jajaran perangkat Desa Kebonagung, serta BUMDES Kebonagung, mengatakan, “Ide Tim KKN ini disambut baik, bahkan didukung penuh, dalam penyediaan kebutuhan bahan pembangun rocket stove dan konsumsi saat pelaksaan pembangunan.”

Walaupun rocket stove sudah berfungsi, ada beberapa hal yang perlu dievaluasi yaitu pemilahan antara sampah basah dengan sampah kering. Petugas TPSD harus memilah sampah sebelum dibakar. Jika ada sampah basah, pembakaran kurang sempurna dan membutuhkan waktu relatif lama. (Roni)

Facebook Comments

POST A COMMENT.