HIPMI Balikpapan Maulidan di Masjid Uniba

mepnews.id – Badan Pengurus Cabang (BPC) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Balikpapan menggelar Maulid Nabi di Masjid Amirulhaq Universitas Balikpapan (Uniba), pada 19 September 2026. Acara dihadiri Ketua Umum BPC HIPMI Balikpapan Adam Dustin Bhakti, Ketua Panitia Dr Wawan Sanjaya SH MH, segenap pengurus BPC HIPMI Balikpapan, dan sejumlah anak dari Panti Asuhan Ummi Zahro serta kelompok pengajian perempuan Zairatunnisa.

Dikabarkan situs resmi uniba-bpn.ac.id, peringatan Maulid Nabi ini menghadirkan penceramah Al Habib Nasim Bin Yahya Al Mudhor dengan tema ‘Berdagang ala Rasulullah, Meneladani Kejujuran, Amanah dan Keberkahan dalam Dunia Usaha’.

Wawan Sanjaya dalam sabutannya menyampaikan rasa syukur karena kegiatan terlaksana dalam keadaan sehat. Ia mengapresiasi seluruh pengurus, anggota, mahasiswa, serta pihak masjid yang mendukung kegiatan ini. Kegiatan ini diharapkan menjadi agenda rutin BPC HIPMI Kota Balikpapan.

“Berdagang tidak hanya soal untung atau rugi, tetapi bagaimana aktivitas kita sebagai pengusaha tidak hanya memikirkan keuntungan melainkan juga keberkahan,” ujar Wawan.

Adam Dustin Bhakti menyampaian, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW menjadi momentum untuk kembali merefleksikan keteladanan Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam kepemimpinan, kesederhanaan, kerendahan hati, serta rasa syukur.

Ia menyampaikan, Rasulullah dikenal sebagai pemimpin besar namun tetap rendah hati dan berusaha membuat orang-orang di sekitarnya merasa dihargai. “Refleksinya, semakin tinggi derajat dan status kita, ternyata kita harus semakin rendah hati.”

Kondisi udara yang kurang baik akibat karhutla, keterbatasan air di sejumlah wilayah, hingga pemadaman listrik, menjadi pengingat bahwa udara bersih, air yang mengalir, dan listrik merupakan nikmat yang sangat berharga. “Kadang kita lupa bersyukur dan mengucapkan Alhamdulillah,” ujar Adam.

Acara dilanjutkan dengan ceramah Al Habib Nasim Bin Yahya Al Mudhor. Intisarinya, berdagang bukan sekadar aktivitas memperoleh keuntungan. Lebih dari itu, perdagangan dapat menjadi bagian dari ibadah apabila dijalankan dengan cara yang jujur, amanah, dan sesuai nilai-nilai Islam.

Prinsip tersebut tercermin dalam keteladanan Rasulullah SAW ketika menjalankan aktivitas perdagangan. Dalam menjalankan usaha, Rasulullah SAW tidak hanya berorientasi pada keuntungan tetapi juga menjaga kepercayaan dari para mitra dan pelanggan. Kejujuran dalam menyampaikan kondisi barang, keterbukaan dalam transaksi, serta menepati janji menjadi bagian penting dalam membangun hubungan usaha. (Humas)

 

Facebook Comments

POST A COMMENT.