mepnews.id – Universitas Merdeka (Unmer) Malang, melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM), menghadirkan inovasi teknologi energi surya sekaligus penguatan kapasitas usaha bagi Kelompok Budidaya Ikan (Pokdakan) Berkah Sitirejo Jaya, Desa Sitirejo, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang.
Dikabarkan situs resmi unmer.ac.id, program pada Juni – Oktober 2026 ini didanai hibah Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Kegiatan diketuai Ir Subairi ST MT IPM bersama Ir Rahman Arifuddin ST MT dan Muhammad Mahesa Ramadhan SST MT, serta sejumlah melibatkan mahasiswa.
Masyarakat Sitirejo punya sejumlah masalah dalam mengembangkan budidaya ikan nila. Antara lain; keterbatasan kapasitas produksi, ketergantungan terhadap listrik konvensional untuk mengoperasikan aerator, pengelolaan kualitas air, hingga manajemen keuangan.
Maka, tim pengabdi Unmer Malang menerapkan kolam ikan portable yang terintegrasi dengan solar panel, aerator, sensor kualitas air, serta sistem monitoring berbasis Internet of Things. Penerapan teknologi ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi budidaya sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap sumber energi konvensional.
Pendampingan juga dilakukan melalui pelatihan instalasi dan perawatan solar panel. Anggota Pokdakan mendapatkan pemahaman mengenai prinsip kerja energi surya, pemanfaatannya untuk mendukung aerasi kolam, hingga perawatan perangkat agar dapat digunakan secara berkelanjutan.
Penguatan kapasitas juga diberikan melalui pelatihan budidaya ikan nila, khususnya pemberian pakan dan kualitas air. Ini bagian penting dalam menjaga pertumbuhan ikan, menekan biaya produksi, serta meningkatkan peluang keberhasilan panen.
Tim Unmer Malang juga memperkuat kemampuan kelompok dalam mengelola usaha. Melalui pelatihan perhitungan Harga Pokok Produksi (HPP), anggota Pokdakan diajak memahami komponen biaya produksi, benih, pakan, energi, hingga biaya operasional lainnya. Diharapkan, anggota Pokdakan dapat mengelola usaha lebih terukur dan berbasis data.
Juga ada pelatihan pengolahan ikan nila menjadi abon. Diversifikasi ini membuka peluang untuk menghasilkan produk dengan nilai tambah dan daya simpan lebih panjang.



POST A COMMENT.