Untidar Perpanjang Kerja Sama dengan Pemkab Wonosobo

mepnews.id – Universitas Tidar (Untidar) dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wonosobo menyepakati perpanjangan Nota Kesepakatan kerja sama strategis. Penandatanganan perpanjangan dilakukan Rektor Prof Sugiyarto dan Bupati H Afif Nurhidayat, 26 Agustus 2026.

Dikabarkan situs resmi untidar.ac.id, sinergi difokuskan pada optimalisasi dunia pendidikan serta pengembangan berbagai potensi daerah di Kabupaten Wonosobo. Salah satu poin perpanjangan kerja sama adalah optimalisasi dan pemanfaatan lahan hibah dari Pemkab Wonosobo kepada Untidar.

Afif Nurhidayat menghendaki lahan hibah segera diaktifkan agar dapat memberikan manfaat bagi perkembangan dunia pendidikan di Kabupaten Wonosobo. Langkah ini dinilai krusial mengingat angka putus sekolah di Wonosobo cukup tinggi.

“Kehadiran Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di Wonosobo diharapkan mampu menjadi motor penggerak masyarakat untuk terus melanjutkan pendidikan hingga ke jenjang perkuliahan,” imbuhnya.

Selain meningkatkan akses pendidikan, Bupati berharap masyarakat dapat memperoleh kesempatan belajar mendalam mengenai pertanian yang selama ini menjadi penggerak utama perekonomian. Di Wonosobo sudah ada Sekolah Rakyat. Bupati berharap lulusan Sekolah Rakyat jenjang SMA dapat melanjutkan kuliah di PTN dengan dukungan subsidi pembiayaan dari Pemkab Wonosobo.

Prof Sugiyarto menyambut baik dan menyatakan komitmen universitas mendukung kemajuan Kabupaten Wonosobo. Ia menyebutkan Pemkab Wonosobo memiliki andil dan jasa sangat besar dalam proses penegerian Untidar, “Salah satunya melalui sumbangan tanah kurang lebih 77.000 meter persegi. Oleh karena itu, Untidar pada hakikatnya milik seluruh masyarakat Wonosobo.”

Mengenai rencana pengembangan kampus fisik di Wonosobo, Rektor mengakui Untidar masih menghadapi tantangan teknis untuk membuka Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU) jenjang Sarjana (S1). Kendati demikian, keterbatasan tidak menghalangi Untidar untuk memaksimalkan kontribusi dan keterlibatannya di Kabupaten Wonosobo.

Sebagai langkah awal, Untidar memaksimalkan keterlibatan akademis di Kabupaten Wonosobo melalui pusat-pusat studi yang ada di lingkungan universitas, seperti Pusat Studi Pariwisata dan Pusat Studi Kopi Volkano. Melalui pusat studi , para dosen didorong aktif melakukan kegiatan Tri Dharma Perguruan Tinggi di Kabupaten Wonosobo. Kegiatan ini juga melibatkan mahasiswa secara langsung.

Sinergi strategis ini juga menyasar sektor pemenuhan kebutuhan tenaga pendidik di tingkat dasar. Kepala Bagian Pemerintahan Kabupaten Wonosobo, Aldhiana Kusumawati, menyampaikan Wonosobo kekurangan guru SD. Keterlibatan mahasiswa dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Untidar diharapkan dapat membantu mengisi kekurangan itu. (Laila)

Facebook Comments

POST A COMMENT.