Ecopot Kreatif di SDN Tempuran, KKNT UNU Mojokerto Sulap Limbah Jadi Pot

mepnews.id – Mahasiswa KKN-T Uluwiyah Desa Tempuran melaksanakan kegiatan Ecopot Kreatif Inovatif: Pot Tanaman Melalui Media Ramah Lingkungan pada 25 Februari 2026 di SDN Tempuran. Kegiatan ini melibatkan siswa kelas 5 dan 6 sebagai peserta utama dalam upaya menanamkan kesadaran lingkungan sejak dini melalui praktik langsung yang edukatif dan menyenangkan.

Program Ecopot merupakan salah satu bentuk inovasi pemanfaatan limbah rumah tangga menjadi barang yang memiliki nilai guna dan estetika. Siswa diajak mengolah barang bekas seperti botol plastik, kaleng, dan wadah tidak terpakai menjadi pot tanaman yang unik dan menarik. Konsep ramah lingkungan bertujuan mengurangi sampah sekaligus mengasah kreativitas siswa dalam menciptakan produk bermanfaat.

Sejak pagi, SDN Tempuran tampak lebih hidup saat KKNT Kelompok 6 Uluwiyah menggelar edukasi interaktif tentang bahaya sampah plastik dan pentingnya menjaga lingkungan. Tim KKNT Kelompok 6 Uluwiyah lalu mengajak siswa praktik membuat ecopot dari barang bekas, hingga menanam bibit tanaman hias, menghadirkan pembelajaran kreatif yang aplikatif dan membumi.

Koordinator KKN-T Uluwiyah Desa Tempuran menyampaikan kegiatan ini bertujuan membangun kepedulian lingkungan sekaligus menumbuhkan jiwa kreatif dan inovatif pada generasi muda. “Kami berharap, melalui kegiatan ini, siswa memahami bahwa barang bekas tidak selalu menjadi sampah, tetapi bisa diolah menjadi sesuatu yang bernilai dan bermanfaat,” ujarnya.

Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN-T Desa Tempuran, Moch Nurcholis Majid MSos, menegaskan program Ecopot bukan sekadar kreativitas melainkan bagian dari pendidikan karakter berbasis kepedulian lingkungan. “Kegiatan Ecopot adalah implementasi pengabdian mahasiswa yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi berdampak edukatif dan berkelanjutan. Kami ingin menanamkan kesadaran bahwa menjaga lingkungan adalah tanggung jawab bersama, dan itu harus dimulai sejak usia sekolah dasar.”

Kolaborasi antara mahasiswa dan sekolah dasar menjadi langkah strategis dalam membangun budaya ramah lingkungan di Desa Tempuran. “Melalui pendekatan praktik langsung, anak-anak tidak hanya memahami konsep menjaga lingkungan secara teori, tetapi juga mengalami dan mempraktikkannya. Inilah pendidikan yang membumi dan kontekstual,” tambahnya.

Pihak sekolah menyambut baik pelaksanaan program ini. Guru kelas 5 dan 6 mengungkapkan apresiasi atas inisiatif mahasiswa KKN-T yang menghadirkan pembelajaran kontekstual di luar materi kelas. Metode praktik langsung seperti ini lebih efektif dalam menanamkan pemahaman kepada siswa.

Melalui kegiatan ini, diharapkan kesadaran akan pentingnya pengelolaan sampah dan pelestarian lingkungan dapat terus tumbuh di kalangan siswa. Program sederhana namun bermakna ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara mahasiswa dan sekolah mampu menghadirkan perubahan positif bagi masyarakat, dimulai dari langkah kecil yang berdampak besar.

Facebook Comments

POST A COMMENT.