Breaking News
- HeadlineSummer Course Biodiversitas Tropis untuk UGM, UTS dan ANU
- NewsKKN Unkhair Gelar Fun Trash Kampanyekan Pola Hidup Sehat
- Guru MenulisMengapa Anak Perlu Teman?
- FokusLewat Karate, Dr Septri Go Global
- HeadlineITS Luncurkan Desain Baru Mobil Formula Sapuangin untuk SAE Japan
- NewsDWP UIN Syekh Wasil Kediri Gelar Senam Sehat
- HeadlineBEM FF UMP Skrining Hemoglobin di Desa Kalisalak
- NewsPNM dan JICA Jajaki Kolaborasi Perkerataapian
- Kabar Sekolah251 Siswa SMAN 8 Yogyakarta Digembleng Bela Negara
- BudayaKKN USK Rawat Tradisi Rapai Kaoy
Waspadai Risiko di Balik Cuaca Mbediding
mepnews.id – Belakangan ini, cuaca cenderung dingin meski harusnya sudah memasuki musim kemarau. Kondisi dingin ekstrem alias mbediding ini memberi potensi gangguan bagi kesehatan manusia dan keseimbangan lingkungan. Wahid Dianbudiyanto ST MSc, pakar Teknik Lingkungan, Universitas Airlangga, menyebut mbediding sebagai penurunan tajam suhu udara pada malam hari akibat hilangnya lapisan awan penutup selama musim kemarau.
Read More

