Breaking News
- FokusMenari Sambil Melawan Keraguan
- Guru MenulisSalah Satu Pain Killer Mujarab itu Menggenggam Tangan Pasangan
- NewsFIB Unkhair Gandeng BPVP Ternate
- WisataUNP Aktifkan Kembali Kampung Wisata Tapian Tabiang Barasok
- News661 Mahasiswa UIN Antasari Mengabdi ke Kawasan Terpencil Meratus
- NewsUIN Gus Dur dan Imigrasi Pemalang Jajaki Kolaborasi Layanan bagi WNA
- HeadlineMahasiswa ITK Kembangkan AQUA-SENSE untuk Pantau Kelayakan Air Asam Tambang
- BudayaMahasiswa UIN Salatiga Tampilkan Wayang Multi-Bahasa
- HeadlineUIN Ar-Raniry Buka Prodi Kedokteran
- HeadlineITS Salurkan Bantuan dan Kirim Tim Satgas ke Lokasi Bencana NTT
Waspadai Risiko di Balik Cuaca Mbediding
mepnews.id – Belakangan ini, cuaca cenderung dingin meski harusnya sudah memasuki musim kemarau. Kondisi dingin ekstrem alias mbediding ini memberi potensi gangguan bagi kesehatan manusia dan keseimbangan lingkungan. Wahid Dianbudiyanto ST MSc, pakar Teknik Lingkungan, Universitas Airlangga, menyebut mbediding sebagai penurunan tajam suhu udara pada malam hari akibat hilangnya lapisan awan penutup selama musim kemarau.
Read More

