Oleh: Esti D. Purwitasari
mepnews.id – “Mbak, tahu nggak, tempe itu bisa menyebabkan darah tinggi, lho?” kata adik saya.
“Eh, siapa bilang? Tempe itu mengandung lemak tak jenuh yang baik untuk kesehatan jantung dan dapat membantu menurunkan risiko penyakit kardiovaskular hingga stroke. Juga ada senyawa aktif isoflavon dan saponin yang membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan melawan infeksi. Belum lagi kandungan protein dan serat yang sangat bermanfaat untuk tubuh,” saya berargumen.
“Eitt…. jangan ngegas dulu. Nih, aku jelaskan bagaimana tempe bisa bikin darah tinggi. Coba nanti, pas berbuka puasa dan sahur, pakai lauk tempe. Suamimu oke-oke saja. Tapi, coba pakai lauk tempe lagi sampai hari kelima, Pak Suami tentu mulai bertanya-tanya. Hari ketujuh pakai lauk tempe, dia bakal ngomel. Kalau sudah sepuluh hari tempe melulu, bisa jadi tensinya jadi sangat tinggi.”
“Hahaha… iya, lah. Viariasi makan itu perlu biar gak bosen.”
………..
Pembaca yang budiman, kita sangat disarankan untuk makan dengan menu yang variatif. Sebagai omnivora, kita butuh berbagai makanan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi yang beragam. Kita butuh makronutrien (karbohidrat, protein, dan lemak) serta mikronutrien (vitamin dan mineral) yang bisa diperoleh dari makanan berbeda-beda. Maka, makanan bervariasi dapat membantu memastikan tubuh mendapatkan semua nutrisi yang diperlukan dan mencegah kekurangan nutrisi tertentu.
Sebaliknya, jika kita makan menu yang sama terus-menerus, misalnya selama sebulan penuh, maka bakal ada sejumlah risiko pada tubuh, kesehatan, dan kondisi mental kita.
Secara mental, kita bakal bosan. Kalau sudah bosan dan jenuh, kita bisa kehilangan nafsu makan dan kurangnya minat pada makanan sehat lainnya.
Efek lainnya, bisa timbul ketergantungan. Menu makanan yang sama setiap hari dapat menyebabkan ketergantungan pada jenis makanan tertentu. Efek lebih jauh, ini dapat menyebabkan masalah kesehatan jika jenis makanan itu kurang sehat atau mengandung bahan tambahan berbahaya. Maka, misalnya, jangan bergantung pada mie instan tapi beri variasi dengan sayur, daging, atau lainnya.
Kita juga bisa kekurangan nutrisi. Mungkin menu yang dimakan setiap hari susah memenuhi persyaratan nutrisi secara umum. Tapi, kita juga butuh nutrisi mikro lainnya. Misalnya, jika hanya makan nasi dan daging tiap hari, kita mungkin kekurangan serat, vitamin, dan mineral.
Secara medis, menu makanan yang sama setiap hari dapat menyebabkan masalah pencernaan seperti sembelit atau diare. Jika tubuh sudah terbiasa dengan jenis makanan tertentu maka efeknya bisa jadi kurang mampu mencerna makanan lain.
Kalau sudah muncul masalah mental dan fisik, biasanya terjadi penurunan berat badan yang tidak sehat. Jangan keburu senang karena penurunan berat badannya, tapi ingat ini penurunan yang kurang sehat.
Maka, kita perlu memperhatikan variasi pola makan. Usahakan makan makanan berbeda setiap hari untuk mendapatkan nutrisi seimbang sehingga bisa menjaga kesehatan tubuh dan kesehatan mental. Jika terpaksa harus makan menu yang sama, usahakan waktunya singkat saja. Misalnya, tak lebih dari seminggu.


