MEPNEWS.ID – Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya dinyatakan layak menggelar pertandingan lanjutan Liga 1 dengan menghadirkan penonton.
Tim Mabes Polri memberikan lampu hijau melalui reassessment stadion yang dilakukan penilaian pada 29-30 Desember 2022.
Bahkan Stadion GBT meraih skor 85,75 persen dengan predikat baik dan layak.
Bahkan, dibandingkan stadion lain, GBT dan Panpel Persebaya mendapatkan nilai terbaik.
“Kami dan tim telah lakukan assessment selama dua hari, dan menyatakan Stadion GBT raih nilai cukup tinggi dengan kategori baik dan layak menggelar pertandingan Liga 1 dengan kehadiran penonton,” terang Kombes Pol Budi Karyono, ketua tim asesmen kepada wartawan di Surabaya.
Asesmen ini dilakukan serentak ke seluruh stadion kandang tim Liga 1 dan Liga 2 Indonesia.
Proses itu dilakukan kasus Tragedi Kanjuruhan 1 Oktober 2022 lalu yang mengakibatkan jatuhnya korban jiwa 135 orang.

Tim asesmen Mabes Polri memeriksa ruang kontrol yang menjadi salah satu ruangan yang wajib ada di dalam sebuah stadion penyelenggara kompetisi sepak bola.
Melalui assessment yang dilakukan Mabes Polri ini, seluruh stadion nanti bisa dinyatakan layak atau tidak untuk melaksanakan laga dengan kehadiran suporter.
Dari assessment yang dilakukan Mabes Polri, ada tiga hasil yang bisa didapatkan satu stadion.
Paling baik adalah layak menggelar pertandingan dengan kehadiran penonton.
Kedua layak menggelar pertandingan tanpa penonton. Dan terburuk, tidak layak menggelar pertandingan.
Parameter yang diasesmen meliputi kelengkapan infrastruktur, mitigasi bencana, jalur evakuasi, dan standar prosedur pelaksanaan pertandingan.
Untuk GBT, ada beberapa catatan yang diberikan tim asesmen. Diantaranya, rekomendasi pemindahan tribun penonton difabel, yang selama ini di lantai tiga ke lantai satu.
“Ada beberapa catatan yang kami berikan. Salah satunya tribun difabel. Untuk yang lain semua sudah bagus. Saya lihat stadion dan panpel Persebaya sangat siap,” pujinya.
Pihak Disbudporapar Surabaya sebagai pengelola GBT berjanji akan menindaklanjuti rekomendasi Mabes Polri ini. Terlebih, setelah ini GBT akan menjadi venue Piala Dunia U-20.
“Secepatnya kami akan lakukan koordinasi untuk menindaklanjuti rekomendasi ini,” terang Trio Wahyu Bowo, Kabid Olahraga Disbudporapar.
Meski ada catatan, GBT mendapatkan nilai tertinggi di antara stadion lain yang juga disiapkan untuk Piala Dunia U-20.
Perinciannya, Stadion GBLA Bandung 85,20 persen, Stadion Wayan Dipta Bali 80 persen, dan Stadion Manahan Solo 78,60 persen. (*)


