Oleh: Esti D. Purwitasari
mepnews.id – Rina, teman yunior saya, tiba-tiba datang dan langsung curhat, “Mbak, saya ingin cerita. Mungkin kedengarannya aneh. Saya ingin Ayah menikah lagi. Sejak Ibu meninggal, Ayah sendirian. Saya sering menengok, tetapi saya tidak mungkin setiap hari di sana.”
“Oh, begitu,” saya menampung curhatnya.
“Dulu, setiap pulang kerja, Ayah selalu punya teman bicara. Ada Ibu yang menyambutnya, menyiapkan makanan, atau sekadar mendengarkan cerita-ceritanya. Sekarang rumah sepi sekali.”
“Ketika kamu melihat rumah sepi, apa yang kamu rasakan?”
“Sedih. Kadang merasa bersalah juga. Seandainya saya bisa lebih sering menemani Ayah, mungkin dia tidak akan kesepian.”
———–
Pembaca yang budiman, saya mendukung banget ide Rina tentang ayahnya. Tentu saja, ada beberapa hal lain yang musti diperhitungkan. Misalnya, apakah calonnya sudah ada dan apakah ayahnya mau menikah lagi.
Saya mendukung karena kesepian itu tidak baik untuk kesejahteraan mental dan fisik. Bahkan, studi skala besar dari Tulane University di Amerika Serikat mengungkapkan, kesepian (loneliness) dan isolasi sosial (social isolation) dapat merampas enam tahun masa hidup sehat seseorang. Dampak paling signifikan terlihat pada kesehatan mental.
Penelitian ini berskala besar karena menganalisis data lebih dari 277.000 orang dewasa. Tujuannya untuk mengukur sejauh mana kesepian dan isolasi sosial mempengaruhi jumlah tahun seseorang dapat hidup bebas dari penyakit fisik mayor dan gangguan mental.
Peneliti membedakan antara kesepian (perasaan terisolasi secara emosional/subjektif) dan isolasi sosial (kekurangan kontak sosial secara fisik/objektif).
Temuan utama penelitian menunjukkan kerugian sangat nyata pada kesehatan mental. Pria yang mengalami kesepian sekaligus isolasi sosial bisa kehilangan sekitar 5,8 tahun masa hidup sehat bebas dari depresi dan kecemasan. Wanita pada kondisi yang sama kehilangan sekitar 3,7 tahun masa hidup sehat bebas dari gangguan mental. Pria cenderung lebih rentan terhadap dampak negatif dari rasa kesepian dibandingkan Wanita
Selain kesehatan mental, kesehatan fisik juga terpengaruh secara substansial. Wanita yang mengalami isolasi sosial dan kesepian kehilangan sekitar 2,4 tahun masa hidup bebas dari penyakit fisik kronis. Pria kehilangan sekitar 1,7 tahun masa hidup bebas dari penyakit fisik. Hal ini menunjukkan bahwa isolasi dan rasa sepi mempercepat penurunan fungsi tubuh dan memicu timbulnya berbagai masalah fisik.
Salah satu poin penting dalam studi ini adalah; kebiasaan hidup sehat, seperti olahraga teratur dan diet seimbang, memang dapat membantu mengurangi risiko yang berkaitan dengan isolasi sosial fisik, namun tidak cukup efektif untuk menghilangkan risiko dari rasa kesepian. Artinya, perbaikan nutrisi atau aktivitas fisik saja tidak mampu menggantikan kebutuhan emosional manusia akan koneksi sosial yang bermakna.
Maka, jangan biarkan diri Anda atau orang terkasih Anda mengalami kesepian dan isolasi sosial terus-menerus.



POST A COMMENT.