mepnews.id – Politeknik Negeri Jember (Polije) melatih UKM Telur Asin Mekarsari di Jember membuat telur asin rendah kolesterol. Tim dosen memanfaatkan ekstrak daun salam konsentrasi 0,8 persen dalam inovasi pengolahan tersebut.
Dikabarkan situs resmi polije.ac.id edisi 8 Oktober 2026, kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat itu berlangsung 12 dan 26 September di Jalan Soeprapto Gang 9 Nomor 11, Kecamatan Sumbersari. Tim memberikan pelatihan untuk meningkatkan kualitas produk sekaligus mendorong inovasi dan produktivitas UKM.
Angga Prasetyo MBioech, anggota tim dosen Program Studi Teknologi Rekayasa Pengemasan Polije, menjelaskan telur asin menjadi salah satu produk olahan hasil ternak yang mudah dikembangkan. Proses pembuatannya juga relatif sederhana dan ekonomis. Telur bebek banyak digunakan untuk telur asin karena memiliki pori-pori cangkang lebih besar. Karakter rasa yang cenderung amis juga membuat telur bebek cocok untuk proses pengasinan.
“Melalui kegiatan pengabdian ini, kami meningkatkan kualitas di UKM Telur Asin Mekarsari. Kami memberikan pengetahuan, keterampilan, dan bantuan alat untuk memproduksi telur asin rendah kolesterol sekaligus memperluas jaringan pemasaran,” ujar Muhammad Ardiyansyah, ketua tim dosen.
Tim mengawali praktik dengan mengenalkan cara membuat ekstrak daun salam berkonsentrasi 0,8 persen. Daun salam mengandung flavonoid, alkaloid, saponin, tanin, dan minyak atsiri. Berbagai senyawa tersebut memiliki aktivitas antioksidan dan antimikroba.
Tim kemudian mengolah 200 butir telur bebek menggunakan ekstrak daun salam 0,8 persen, batu bata, dan garam dengan perbandingan 2:1. Petani atau pelaku UKM memeram telur selama 14 hari sebelum merebusnya selama satu jam.
Dr Titik Budiati MT MSc, dosen Polije, menjelaskan ekstrak daun salam menjadi bagian dari inovasi pengolahan telur asin untuk menghasilkan produk dengan kandungan kolesterol lebih rendah.
Tim lalu menguji mutu organoleptik telur asin rendah kolesterol. Hasil pengujian menunjukkan warna kuning telur jingga, aroma telur asin, rasa gurih, dan tekstur masir masing-masing memperoleh nilai 4. Tingkat kesukaan terhadap seluruh aspek tersebut juga mencapai nilai 4 atau kategori suka. Sebanyak 30 responden dilibatkan untuk pengujian telur asin.
“Produk telur asin rendah kolesterol dapat diterima responden dari aspek warna, aroma, rasa, maupun tekstur,” ujar Yudiastuti STP MTP, dosen Polije
Pemilik UKM Telur Asin Mekarsari berharap pendampingan Polije dapat meningkatkan produktivitas sekaligus memperluas pemasaran. Saat ini, UKM tersebut memproduksi 200 butir telur asin setiap minggu. UKM menargetkan produksi meningkat dua kali lipat setelah pelatihan dan menerapkan inovasi pengolahan. Peningkatan produksi juga diharapkan membuka pasar lebih luas.



POST A COMMENT.