Polinema dan Polije Dorong Pengelolaan Sampah Organik Berbasis Teknologi Digital

mepnews.id – Pengelolaan sampah organik yang efektif menjadi salah satu tantangan banyak komunitas. Menjawab kebutuhan tersebut, tim Pengabdian kepada Masyarakat dari Politeknik Negeri Malang (Polinema) berkolaborasi dengan Politeknik Negeri Jember (Polije) melaksanakan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) Berbasis Masyarakat bersama Garda Pangan.

Dikabarkan situs resmi polinema.ac.id edisi 6 Oktober 2026, program ini bertujuan membantu mitra meningkatkan kualitas pengelolaan sampah organik melalui penerapan teknologi tepat guna serta digitalisasi sistem administrasi.

Sebelum program dilaksanakan, tim melakukan observasi untuk mengidentifikasi permasalahan yang dihadapi mitra. Hasil observasi menunjukkan proses pengolahan sampah organik masih belum optimal karena belum tersedia mesin pencacah. Ukuran sampah yang masih besar membuat proses penguraian berlangsung lebih lama sehingga pengolahan menjadi kurang efisien. Pencatatan pengambilan sampah masih dilakukan manual sehingga proses pendataan dan penyusunan laporan memerlukan waktu lebih lama.

Sebagai solusi, tim PKM menghadirkan mesin pencacah sampah organik dan blower untuk mendukung proses pengolahan. Tidak hanya menyerahkan peralatan, tim juga memberikan pelatihan kepada mitra agar mampu mengoperasikan dan merawat alat secara mandiri. Dengan ukuran sampah lebih kecil, proses dekomposisi menjadi lebih cepat dan kapasitas pengolahan meningkat.

Tim juga mengembangkan sistem administrasi berbasis website untuk pencatatan dan pelaporan pengambilan sampah. Melalui pelatihan penggunaan sistem digital, mitra dapat mengelola data dengan lebih rapi, mudah diakses, dan terdokumentasi secara sistematis.

Rangkaian kegiatan diawali dengan koordinasi bersama mitra, dilanjutkan pelatihan penggunaan teknologi, pendampingan implementasi sistem digital, hingga evaluasi hasil penerapan di lapangan. Pendekatan ini diharapkan meningkatkan kapasitas mitra dari aspek teknologi maupun tata kelola organisasi.

Melalui kolaborasi ini, Polinema dan Polije berharap inovasi yang diterapkan dapat membantu meningkatkan efisiensi pengelolaan sampah organik, sekaligus mendorong sistem pengelolaan sampah berkelanjutan dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Kegiatan ini bagian dari PKM Berbasis Masyarakat yang didukung Kementerian Pendidikan, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia. Dukungan tersebut menjadi wujud komitmen dalam mendorong perguruan tinggi untuk menghadirkan inovasi yang berdampak nyata bagi masyarakat melalui penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Facebook Comments

POST A COMMENT.