UMY Kembangkan Kebun Ayu Jiwa sebagai Edu-Wisata

mepnews.id – Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), melalui Hibah Pemberdayaan Kepada Masyarakat Kemdiktisaintek periode 2026, mendorong pengembangan Kebun Ayu Jiwa di Bangunjiwo, Bantul, sebagai kawasan edukasi lingkungan sekaligus destinasi wisata berbasis circular economy.

Dikabarkan situs resmi umy.ac.id, program diwujudkan melalui kegiatan Pelatihan Pengembangan Edu-Wisata Berbasis Circular Economy di Kebun Ayu Jiwa, Sabtu 3 Oktober 2026.

Ketua Tim Pengabdian, Susilo Nur Aji Cokro Darsono PhD, mengatakan pemilihan Komunitas Peduli Lingkungan Ayu Jiwa sebagai mitra pengabdian didasarkan pada persoalan lingkungan sekaligus potensi ekonomi yang dimiliki masyarakat setempat.

Bangunjiwo sebagai kawasan semi-urban di pinggiran Yogyakarta menghadapi persoalan pengelolaan sampah rumah tangga dan pertanian organik yang belum tertangani secara sistematis. Di sisi lain, Komunitas Ayu Jiwa telah memiliki inisiatif awal dalam pengelolaan lingkungan sehingga dinilai memiliki modal sosial untuk dikembangkan.

“Persoalan utama yang ingin dijawab adalah bagaimana mengubah sampah dari masalah menjadi sumber penghidupan. Sekaligus menjadikan proses itu sebagai daya tarik wisata edukatif yang bernilai ekonomi,” ujar Susilo.

Selain persoalan lingkungan, lokasi tersebut memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata edukasi yang terhubung dengan ekosistem pariwisata Bantul dan Daerah Istimewa Yogyakarta.

Susilo menjelaskan, konsep circular economy di Kebun Ayu Jiwa tidak berhenti pada pengelolaan sampah, tetapi membangun  rantai produksi yang saling terhubung.

Sampah organik rumah tangga dan pasar dapat dimanfaatkan sebagai media budidaya maggot Black Soldier Fly. Maggot dimanfaatkan sebagai pakan ayam dan lele. Sementara itu, kotoran ternak diolah menjadi kompos dan pupuk cair untuk mendukung kebun komunitas. Produk dan limbah dari rangkaian proses tersebut dapat dikembangkan menjadi produk lain, seperti sabun berbasis eco-enzyme dan lilin daur ulang.

“Tidak ada titik buang. Setiap output dari satu proses menjadi input bagi proses berikutnya,” jelasnya.

Rantai produksi tersebut menjadi bagian dari konsep wisata edukasi. Pengunjung, khususnya pelajar, mahasiswa, maupun wisatawan tematik, dapat melihat langsung proses pengelolaan sampah hingga pemanfaatannya dalam kegiatan pertanian dan peternakan. Kebun Ayu Jiwa diharapkan tidak hanya sebagai tempat produksi tapi juga ruang belajar terbuka mengenai lingkungan dan ekonomi sirkular.

Kegiatan pengabdian tersebut dihadiri anggota DPRD Bantul Drs Sapto Priyono MM, Kepala Pedukuhan Ngentak, Bangunjiwo, Ngadiyono, Founder Bumdes.id Rudy Suryanto PhD, anggota tim pengabdian Hafiez Sofyani PhD dan Sunardi PhD, Ketua Komunitas Ayu Jiwa Yuanita, serta anggota komunitas.

“Kami berterima kasih kepada Diktisaintek dan tim UMY. Dukungan ini akan kami jaga dengan terus mengembangkan Kebun Ayu Jiwa agar manfaatnya dirasakan jauh melampaui program ini,” ujar Ayu. (Abdul Majid)

Facebook Comments

POST A COMMENT.