mepnews.id – Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Politeknik Negeri Malang (Polinema) mengembangkan inovasi alat sterilisasi nontermal berbasis Pulsed Electric Field (PEF) untuk meningkatkan kualitas produksi jamu tradisional pada UMKM Jamu Mbak Binti di Dusun Depok, Desa Ngadirenggo, Kecamatan Wlingi, Kabupaten Blitar, Jawa Timur.
Kegiatan dilaksanakan tim dosen dan mahasiswa dalam program PkM DIPA Reguler 2026. Tim yang dipimpin Rahma Nur Amalia ST MT ini beranggotakan Prof Ika Noer Syamsiana, Dr Harrij Mukti K., Hanifiyah Darna Fidya Amaral SST MT, Farisa Nur Maula SST MSA, Guntur Wahyu Suryo, Didan Ahmad Zakky, Rufida Shofiyah, Riyan Hidayah, Dhea Ajeng Raiyannesa, dan Luluk Choiriah.
Program ini bertujuan menerapkan teknologi tepat guna untuk membantu mengatasi permasalahan higienitas kemasan, keterbatasan proses sterilisasi, dan efisiensi produksi yang dihadapi pelaku UMKM jamu tradisional.
Dikabarkan situs resmi polinema.ac.id, UMKM Jamu Mbak Binti beroperasi lebih dari empat dekade dengan kapasitas produksi rata-rata 80 botol per hari atau sekitar 400 botol setiap minggu. Berdasarkan hasil observasi tim dan wawancara dengan pengelola UMKM, proses penanganan botol sebelum pengisian jamu masih dilakukan secara konvensional menggunakan air mengalir atau air hangat. Proses ini membutuhkan waktu dua jam setiap hari dan belum dilengkapi pengaturan parameter sterilisasi yang terukur.
Sebagai solusi, tim Polinema mengembangkan alat sterilisasi nontermal menggunakan teknologi Pulsed Electric Field (PEF). Teknologi ini memanfaatkan pulsa listrik bertegangan tinggi untuk menonaktifkan mikroorganisme melalui mekanisme electroporation, sehingga berpotensi mengurangi kontaminasi tanpa penggunaan suhu tinggi yang dapat merusak kemasan botol berbahan PET.
Sistem yang dikembangkan menggunakan Arduino Nano sebagai pusat pengendalian dengan pengaturan frekuensi dan duty cycle melalui keypad serta pemantauan parameter menggunakan LCD. Perancangan juga melibatkan rangkaian MOSFET, Zero Voltage Switching (ZVS), dan transformator flyback sebagai bagian dari pembangkit tegangan tinggi.
Pelaksanaan kegiatan meliputi observasi lapangan, wawancara mitra, identifikasi kebutuhan teknologi, perancangan sistem kendali, penyusunan wiring diagram, serta pengembangan algoritma pengoperasian alat.
“Semoga pengembangan teknologi PEF ini dapat memberi manfaat bagi UMKM Jamu Mbak Binti,” ujar Rahma Nur Amalia.
Kegiatan ini telah menghasilkan rancangan sistem sterilisasi berbasis PEF, diagram pengawatan, algoritma pengendalian, serta identifikasi komponen utama yang dibutuhkan dalam pengembangan perangkat.
Rancangan alat disesuaikan kondisi operasional UMKM Jamu Mbak Binti, khususnya dari aspek kemudahan pengoperasian, pengaturan parameter, dan integrasi dengan proses produksi yang sudah berjalan.
Penerapan teknologi PEF diharapkan mampu meningkatkan higienitas kemasan botol, mengurangi risiko kontaminasi mikroorganisme, memperpanjang masa simpan produk jamu, serta meningkatkan efisiensi dan konsistensi produksi. Namun, efektivitas tersebut masih memerlukan pembuktian melalui pengujian fungsional, keamanan kelistrikan, mikrobiologi, dan pengamatan masa simpan.
Selain menghasilkan inovasi teknologi tepat guna, kegiatan ini menjadi sarana transfer ilmu pengetahuan dan teknologi kepada mitra sekaligus meningkatkan pengalaman mahasiswa dalam penerapan sistem elektronika dan kendali di lingkungan industri skala UMKM.



POST A COMMENT.