Langkah Kecil TEPANOM, Dampak Besar untuk Petani Desa Tugujaya

MEPNEWS.ID-Mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 (UTA’45) Jakarta turun langsung ke kebun warga Desa Tugujaya dalam kegiatan TEPANOM, Selasa (18/8/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mahasiswa untuk membangun kedekatan dengan masyarakat sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi para petani di desa.

Bertempat di salah satu kebun milik warga, mahasiswa tidak hanya mengamati aktivitas pertanian, tetapi juga terlibat langsung dalam berbagai pekerjaan yang diperlukan. Interaksi tersebut menjadi ruang bagi mahasiswa untuk memahami secara lebih dekat kondisi dan tantangan yang dihadapi petani dalam mengelola lahan.

Kegiatan berlangsung secara sederhana dan penuh kebersamaan. Mahasiswa bersama warga berdiskusi mengenai pengelolaan kebun, aktivitas pertanian, serta berbagai pengalaman yang selama ini dijalankan oleh para petani.

Bagi mahasiswa, keterlibatan langsung di kebun menjadi pengalaman pembelajaran di luar ruang kelas. Mereka dapat melihat secara nyata bagaimana pengetahuan, pengalaman, dan keterampilan masyarakat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Sebaliknya, para petani mendapatkan ruang untuk berbagi pengalaman dengan generasi muda. Pertemuan tersebut tidak hanya menghadirkan bantuan tenaga, tetapi juga membuka kesempatan untuk bertukar gagasan dan membangun hubungan yang lebih erat antara mahasiswa dan masyarakat.

Kehadiran mahasiswa UTA’45 di tengah aktivitas pertanian juga menjadi bentuk dukungan moral kepada warga. Bagi petani, perhatian dan keterlibatan generasi muda menunjukkan bahwa aktivitas pertanian masih memiliki ruang penting dalam kehidupan masyarakat dan membutuhkan dukungan lintas generasi.

Melalui TEPANOM, semangat yang dibangun adalah bahwa kontribusi kepada masyarakat tidak selalu harus dimulai melalui program besar. Turun langsung ke lapangan, membantu pekerjaan warga, mendengarkan pengalaman petani, dan membangun komunikasi merupakan langkah sederhana yang dapat menjadi awal dari kolaborasi yang lebih berkelanjutan.

Kegiatan yang dilaksanakan pada 18 Agustus 2026 tersebut diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat hubungan antara mahasiswa UTA’45 dan masyarakat Desa Tugujaya. Kolaborasi berbasis gotong royong diharapkan dapat terus dikembangkan sehingga manfaatnya tidak berhenti pada satu kegiatan, tetapi dapat memberikan dampak yang lebih luas bagi masyarakat dan sektor pertanian desa.

Pada akhirnya, kebun warga bukan hanya menjadi tempat bekerja bagi para petani. Dalam kegiatan TEPANOM, kebun juga menjadi ruang belajar, berbagi pengalaman, membangun komunikasi, dan menumbuhkan kepedulian sosial.

Dari langkah kecil tersebut, mahasiswa dan masyarakat diharapkan dapat bersama-sama menciptakan dampak yang lebih besar bagi petani dan kemajuan Desa Tugujaya.

Facebook Comments

POST A COMMENT.