Vampir Energi; Makhluk Menyeramkan Model Apa Itu?

Oleh: Esti D. Purwitasari SPsi MM

mepnews.id – Manusia, secara sosial, harus berhubungan dengan siapa saja untuk bisa hidup. Hubungan yang paling bagus tentu yang sama-sama menguntungkan dan sama-sama mendapat keuntungan. Yang agak bagus, satunya untung dan lainnya tidak rugi. Jangan sampai, ada hubungan yang salah satu rugi atau sama-sama rugi.

Masih ada satu jenis hubungan yang perlu dihindari atau diperbaiki. Hubungan yang merugikan salah satu pihak. Apalagi, hubungannya sudah seperti vampir. Ada satu pihak yang menyedot habis-habisan energi dari pihak lain tempat ia bersosialisasi. Yang terakhir ini biasa disebut dengan istilah ‘energy vampire.’

Yang dimaksud dengan vampir energi adalah orang —yang biasanya secara sengaja— menyedot habis energi emosional orang lain. Si vampir ini memanfaatkan kesediaan orang untuk mendengarkan, memperhatikan, dan merawat dia, hingga pada titik membuat orang itu kelelahan dan bahkan kewalahan karena kehabisan energi. Nah, si vampir energi ini bisa berada di mana saja dan siapa saja. Ia bisa saja pasangan Anda atau sahabat Anda atau teman sekamar Anda atau tetangga Anda atau pasien Anda atau murid Anda.

Meski sering disengaja, si vampir energi begitu terbiasa melakukannya sehingga perbuatannya seperti terjadi secara tidak dia sadari. Si vampir mungkin terus mengeluh tentang keadaannya, atau mungkin terus meminta perhatian orang lain. Bisa juga menggunakan teknik manipulatif dengan tujuan memperoleh perhatian orang lain. Karena tidak sadar jadi kebiasaan, maka vampirisme energi ini bisa menjadi gejala masalah mental atau emosional seperti depresi atau kecemasan.

Apa tanda-tanda orang yang menjadi vampir energi?

Antara lain; ia hanya memikirkan diri sendiri dan kurang memperhatikan orang lain, ia merasa tidak puas pada diri sendiri dan hidupnya sehingga selalu mengeluh pada orang lain tentang hal-hal kecil, ia terus-menerus meminta perhatian dan pengakuan dari orang lain, ia suka menyalahkan orang lain atas masalahnya sendiri, ia tidak mau mengambil tanggung jawab atas kehidupannya sendiri, ia mudah tersinggung dan suka memperbesar masalah kecil, ia tak mampu memahami perasaan orang lain, ia suka memanipulasi orang lain atau mengkritik orang lain untuk memperoleh perhatian.

Jika ada teman yang jadi vampir energi, apa yang Anda bisa lakukan?

Dari sisi Anda sendiri, tetaplah sadar diri dan kuatkan batasan. Jangan biarkan diri Anda terjebak dalam pola pikir atau perilaku yang merugikan kesehatan mental dan emosional Anda. Perkuat batasan Anda, dan jangan mau terbawa permainan si vampir.

Jangan memberikan perhatian yang tidak sehat. Jika si vampir terus-menerus minta perhatian dan pengakuan, beri saja perhatian yang wajar. Jangan sampai terbawa ke perhatian yang tidak sehat atau yang membuat Anda terlalu terlibat. Dorong si vampir untuk mandiri.

Dari sisi si vampir, coba tanyai atau cari apa yang sebenarnya dia butuhkan. Mungkin vampirisme teman Anda itu adalah cara dia mencari perhatian atau dukungan. Lalu, cek apakah Anda bisa membantu dengan cara yang lebih konstruktif.

Hindari konfrontasi. Jangan menyerang atau mengkritik si vampir secara langsung, karena bisa memperburuk situasi. Sebaiknya, cobalah untuk berbicara dengan hati-hati dan membangun keterbukaan secara bertahap.

Bantu si vampir mendapatkan dukungan dari sumber-sumber yang lebih tepat, seperti terapis atau kelompok dukungan.

Jika Anda sendiri mengalami energy vampirism, apa yang Anda harus lakukan?

Sadari pola perilaku Anda untuk memahami apa yang jadi sumber energi negatif bagi diri sendiri dan orang lain. Misalnya, sadari kapan Anda merasa membutuhkan perhatian dan pengakuan, atau kapan Anda cenderung menyalahkan orang lain atas masalah Anda. Kendalikan sumber energi negatif itu.

Kemudian, temukan sumber kebahagiaan yang sehat. Cari kegiatan yang memberi Anda energi positif dan membantu Anda merasa lebih bahagia dan puas dengan hidup. Misalnya; berkebun, olahraga, meditasi, travelling, seni, atau kegiatan lain yang Anda nikmati.

Terhadap orang lain, bangun ketergantungan yang sehat. Silakan cari dukungan dari orang-orang yang positif dan peduli dengan kondisi Anda. Coba berbagi pengalaman dan perasaan dengan cara yang sehat dan konstruktif. Buatlah hubungan yang memperkuat diri Anda. Tapi, dukungan yang paling utama adalah dari diri sendiri.

Perbaiki pola hidup, termasuk pola tidur dan pola makan. Pola hidup buruk dapat memperparah vampirisme energi. Cobalah untuk tidur cukup dan makan makanan sehat untuk meningkatkan kesehatan fisik dan mental. Sholat dan puasa yang benar. Jalani hidup dengan normal.

Jika vampirisme energi berakar pada masalah mental atau emosional yang lebih dalam, cari bantuan profesional dari terapis atau konselor.

Ingat, vampirisme energi adalah perilaku yang dapat diubah. Berusaha dan berdoa pada Tuhan. Mungkin butuh waktu dan upaya untuk bisa berubah. Jangan terlalu memaksakan, tapi terus cari jalan untuk memperbaiki situasi dengan cara positif dan konstruktif. Perubahan tidak terjadi dalam semalam, dan butuh kesabaran dan usaha konsisten.

 

Facebook Comments

Comments are closed.