Mom, Harap Sabar Jika Si Kecil Sesekali Rewel Makan Ya…

Esti D. Purwitasari

mepnews.id – Anak kecil rewel makan itu tentu masalah yang pasti pernah dialami para mommy, ibu, bunda, mama, atau pengasuh. Meski cuma sekali atau dua kali, pasti pertumbuhan masa kecil anak pernah diwarnai dengan kasus-kasus rewel makan.

Ada sejumlah faktor yang bisa menyebabkan jadi rewel makan. Antara lain; gangguan medis dan/atau sensorik, sedang sakit atau merasa tidak nyaman, masalah emosional atau stres, tidak suka makanan tertentu, pilih-pilih, hingga masalah pertumbuhan.

Saya akan coba lebih fokus ke faktor terakhir, yakni pertumbuhan indera pengecap. Selama masa pertumbuhan indera pengecap, anak mengalami perubahan yang dapat mempengaruhi preferensi makanan dan perilaku makan. Anak jadi lebih sensitif terhadap rasa dan tekstur tertentu. Atau, menolak makanan yang sebelumnya mereka sukai. Atau, hanya tertarik pada makanan tertentu dalam jangka waktu tertentu.

Sekarang, mari kita lihat biangnya.

Dalam indera pengecap, bagian yang sering membuat anak rewel makan adalah lidah. Permukaan lidah memiliki banyak bintil-bintil papila yang mengandung reseptor rasa. Reseptor ini terhubung dengan syaraf ke otak. Ini membuat papila-papila tertentu peka terhadap rasa manis, asam, asin, pahit, atau lainnya.

Papila-papila ini hadir di lidah sejak anak lahir, dan berkembangnya tidak bersamaan dalam suatu fase perkembangan tertentu. Ketika anak mengalami pertumbuhan, ada papila-papila tertentu yang tumbuh lebih cepat atau lebih lambat sehingga kepekaan indera pengecap terjadi perubahan. Lidah anak menjadi lebih sensitif terhadap rasa atau tekstur tertentu.

Pada awal kehidupan, papila bayi cenderung menyukai rasa manis karena terkait ASI sumber nutrisi utama. Papila berkembang sebagaimana standar bayi yang baru lahir dengan kebutuhan makan/minum tertentu. Namun, seiring perkembangan usia, anak mulai mengembangkan preferensi dan sensitivitas terhadap rasa lain seperti asam, asin, dan pahit. Papila juga turut berkembang.

Karena terjadi perubahan kepekaan pada papila-papila tertentu, anak mulai rewel dengan makanan. Anak jadi memiliki preferensi lebih spesifik. Karena papila tertentu, ia mungkin menolak makanan yang memiliki rasa terlalu kuat atau tidak biasa bagi mereka. Ada papila yang lebih sensitif terhadap rasa pahit, sehingga anak menolak sayuran tertentu atau obat-obatan tertentu. Karena kepekaan papila, ia mungkin menolak makanan dengan tekstur berbeda atau terasa tidak nyaman. Misalnya, makanan yang terlalu berlemak, berminyak, atau terlalu berdaging.

 

Perkembangan papila ini sama dengan perkembangan di berbagai bagian tubuh yang lain. Selalu terjadi pergeseran kecil, atau ketidaknyaman kecil, yang pada akhirnya anak bisa beradaptasi. Kalau soal makanan, bisa jadi anak tidak suka rasa tertentu hingga akhirnya ia bisa menerima.

Nah, saat anak rewel makan karena perkembangan papila, beberapa langkah berikut dapat Anda ambil.

Sabar. Jangan memaksa atau mengancam anak untuk makan makanan yang ia tidak sukai. Ini dapat memperburuk situasi dan menciptakan asosiasi negatif terhadap makanan. Jadi, berikan waktu pada anak untuk mengatasi perubahan dalam perkembangan papila lidahnya.

Berikan pilihan makanan sehat yang beragam kepada anak. Berikan variasi rasa, tekstur, dan penyajian makanan. Misalnya, potong makanan dalam bentuk berbeda, atau campur bahan-bahan dalam kombinasi menarik. Ini dapat membantu anak mengeksplorasi dan memilih makanan yang ia sukai.

Ciptakan suasana menyenangkan dan positif seputar makanan. Libatkan anak dalam proses memasak atau menyajikan makanan. Boleh saja bermain-main dengan memberi nama kreatif pada makanan atau membuatnya menjadi bentuk menarik. Hal ini membantu menggugah minat anak terhadap makanan.

Tetapkan jadwal makan yang teratur dan konsisten. Anak cenderung lebih menerima makanan ketika ia merasa lapar dan terbiasa dengan rutinitas makan yang teratur. Kalau bisa, jangan beri makanan ringan atau camilan di antara waktu utama makan. Cemilan membuat nafsu makan anak jadi berkurang.

Jangan lupakan nilai gizi. Meskipun anak rewel makan, pastikan ia tetap mendapatkan nutrisi cukup. Perhatikan kebutuhan gizi dan pastikan anak mendapatkan makanan seimbang dari berbagai kelompok makanan.

Facebook Comments

Comments are closed.